
Kota ini adalah kota haram Mu, Kota aman yang teramat ku rindu,
Maka dengan lindungan Mu, Hindarkan kulit, daging, bulu.
Dan seluruh bagian tubuhku, Dari ganasnya bara neraka Mu.
aduh gak tau musti nulis dalam bahasa Indonesia atau inggris yah. Gak jelas moodnya. Sebetulnya janji sm seorang temen buat nyeritain semua pengalaman di Saudi ini tapi apa daya pengalaman batin religius gak bisa diungkapkan lebih baik dengan bahasa ibuku. I hope my pictures speak themselves
hmmmmm..... perjalanan Madina ke Makah memakan waktu kurang lebih 5 jam. Harus diakui perjalanan siang hari lebih ringan dibandingkan dengan perjalanan malam hari walaupun dengan jarak tempuh yang sama.
Sekitar setengah jam lepas dari Madina, kita berhenti di Bir Ali untuk mengambil miqat, permulaan untuk merapatkan hati dan niat berumrah.
Ada satu hal yang sedikit mengganggu waktu di Bir Ali. Dari hotel Bay bilang nanti kalau ambil wudhu, rambut tidak boleh kelihatan lagi, so, ambil air wudhu untuk kepala, tangan diselipkan ke dalam kerudung. Setelah dalam keadaan berihram pun, tidak boleh buka kerudung dan kelihatan rambutnya di depan siapapun. Orang lain tidak boleh selain kita tidak boleh lihat. Hmmmm....dari situ aku sudah mulai keras. Masa bahkan dengan sesama perempuan pun tidak boleh kelihatan aurat...hmmm....ya sudahlah pikirku aku terima ucapannya Bay. Walaupun dalam hati aku sudah ancang ancang mencari tahu lebih banyak tentang hal ini kalau nanti tiba di Jakarta. Biasa...penasaran.....
Pas di Bir Ali, aku ikutin dong apa kata Bay. Nah pas membasuh kaki, kaus kaki aku buka dong seperti biasa. Baru selesai wudhu, Melda mendatangiku dan bilang Fida kaki gak boleh kelihatan juga. Terus aku tanya Melda bagaimana caranya ambil wudhu tapi kaki gak kelihatan. Ya dengan kaus kakinya nyucinya, begitu kata ustazdnya. Whaaatttt???? Dari mana dasarnya itu? Sifat kerasku mulai keluar walalupun gak kutunjukkan saat itu. 1. keberatanku kalau memang kaki gak boleh kelihatan, mustinya tangan juga dong, sekalian aja pas cuci lengan, lengan baju gak boleh digulung, kan gak boleh keliatan. tangan kan aurat juga kan. 2. Yang bener aja masa aturannya kayak begitu. dengan kaus kaki basah, kita masuk ke bis yang ber ac trus di jalan selama 4 jam an dengan kaki basas gitu????? No way!!!! gak masuk di akalku. Maaf Tuhan, aku masih keras kepala tapi mudah mudahan ada yang mau menjelaskan kepadaku mana aturan yang betul. Islam seharusnya tidak memberatkan begitu selalu prinsipku dalam menjalani kehidupanku sebagai seorang muslimah :-)
Kembali ke bis, niat umrah bareng bareng. Sesaat sebelum mengucapkan niat, Irev masih sempet sempetnya pakai pelembab di mukanya. Padahal saat itu Pak Zul, guide kita, sudah mengucapkan niat umrah. Deuuhhhhhhh, reeevvv, miss hygienic miss ribet, plis deh ah. Setengah teriak aku, irev, ini udah mau niat, gak boleh dandan lagi kaaaaan. Itu lotion masih nempel di mukanya belum disapukan ke seluruh wajahnya. Deeuuuuuhhhh….
Setelah niat diucapkan, talbiah Labbaik Allahumma labbaik dilantunkan.
Otak iseng di kepalaku muncul. Pas denger Pak Zul melafalkan talbiah, aku membatin, uuuh bapak ini suaranya gak enak melafalkannya, kurang merdu :-)
Tapi tetep kok kalimat talbiyah itu tetep membuat sesek dadaku. Karena tidak mengerti bahasa Arab, jadi setiap kali berdoa disana, yang masuk dan mengena dalam hati tentunya bahasa ibuku.
Dalam teriknya tanah Saudi, terucapkan lirih:
Kupenuhi panggilan Mu , Ya Allah. (La baik Allahumma Labaik..)
Kupenuhi panggilan Mu. Kupenuhi panggilan Mu, Ya Allah. (Labaik alaa Syarikalakalabaik)
Tiada bersekutu Duhai Allah,
Segala puji, nikmat dan syukur adalah kepunyaan Mu.
Karena beruntung bisa duduk di dekat jendela, kepala kuhadapkan ke arah jalan supaya dikira menikmati pemandangan padahal air mata perlahan berlomba lomba jatuh di pipi sembari mengucapkan talbiyah. Ya Gusti, aku datang kembali memenuhi panggilanMu. Banyak sekali yang pingin kuadukan kepadaMu.
Setelah mengucapkan talbiyah beberapa kali, sebagai putri tidur, ketiduran pastinya tak mungkin absent dalam ritme tubuhku :-))
Bangun liat masih gurun pemandangannya, tidur lagi, bangun lagi gurun lagi, tidur lagi :-))
Terakhir kali bangun hari sudah gelap, sudah waktunya bangun dan kembali melafalkan talbiyah. Mendadak teringat seseorang yang sangat aku sayangi, hati ini jadi terusik lagi, ik mis hem heel veel. Bertanya tanya apakah dia juga memikirkanku, apakah dia merasakan kerinduan yang sama denganku. Ya Allah ridhai aku untuk sabar dan ikhlas dengan semua cobaanMu. Jadikan sabar dan ikhlas ini penebus dosa dosaku.
Intremezzo dengan perasaanku, kembali mengucap talbiyah. Dari kejauhan sepertinya kami mulai memasuki peradaban :-) Tampaknya sudah akan memasuki kota Makah. Batas suci sudah mulai kelihatan.
Doa memasuki kota Makah dipanjatkan
Kota ini adalah kota haram Mu, Kota aman yang teramat ku rindu,
Maka dengan lindungan Mu, Hindarkan kulit, daging, bulu.
Dan seluruh bagian tubuhku, Dari ganasnya bara neraka Mu.
Pak Zul mengingatkan kita kalau pak supir akan berusaha memakirkan bis di halaman hotel tapi kalau tidak diizinkan kita harus sedikit berjalan menuju hotelnya. Alhamdulillah bis diperbolehkan masuk ke depan hotel.
Makan sebentar, ambil wudhu lagi kemudian kita siap siap untuk ke masjidil haram.
Melangkah pelan bersama rombongan sekitar 20 orang dan 1 orang guide buat memimpin doa. Campur aduk perasaanku saat itu. Antara sedikit rusuh karena hrs tunggu bay dan irev yg lama ke kamarnya menyebabkan kita ketinggalan rombongan dan hrs gabung dgn rombongan lain (manusiawi sekali :-))) gugup dan takut mau melihat kabah lagi. Banyak lah.
Sedikit kekacauan terjadi, kami berempat dari bis 3 belum shalat magrib dan Isya, sementara rombongan yg kami ikuti ini dari bis 2 yang semuanya sudah shalat maghrib dan isya. Awalnya kami berempat berpendapat tdk masalah kl umrah dulu br nanti shalat maghrib dan isya sendiri. Tapi guidenya bilang, gak apa apa yang belum shalat, shalat saja dl krn nanti kl shalat sehabis umrah biasanya capek. Ok tak apa apa juga buat kami, kami hargai niat baiknya memikirkan kami. Eh begitu masuk masjidil haram, guide itu bilang, bagaimana kalau kita umrah dulu. Hallooooo……. We told you it was fine with us. Sekarang berubah lagi..Piye toh. Sakarepmu wae lah mas.
Masuk masjidil haram, jalan beberapa langkah, tampaklah Ka’bah berdiri tegak kokoh anggun misterius dengan kain bludru hitam mengkilat dihiasi dengan benang benang keemasan yang melingkar mengelilingi Ka’bah.
Ya Allah tambahkanlah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini. Dan tambahkanlah pula pada orang orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya di antara mereka yang berhaji atau yang berumrah padanya dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kebaikan.
Kaki kami semua kemudian perlahan menuruni anak tangga menuju pelataran Kabah bergabung dengan jamaah yang lain untuk melakukan thawaf.
Memang berdoa dalam bahasa ibu lebih mengena di hati. Satu tangan mengenggam mukena Melda kuat kuat takut terlepas dari rombongan, satu tangan lagi memegang buku doa. Kepala menunduk menyembunyikan air mata yang perlahan mulai menetes. Pokoknya sepanjang thawaf maning maning mewek :-). Kecuali sai krn sudah mulai capek dan mungkin jg sudah bisa menguasai diri atau juga karena berada sedikit jauh dr Kabah.
Setelah selesai thawaf, langsung ambil posisi untuk shalat sunnat di multazam. Mulai deh mewek lagi :-). Seperti ada tarikan energy untuk mengakui kelemahan kita sebagai hamba Allah di depan Kabah. Sengaja mata tidak melihat ke bawah sewaktu shalat karena memuaskan mata untuk melihat Kabah yang selama ini cuma dilihat di sajadah panjangku. Kutatap Kabah nan anggun dan misterius itu, hati bergetar, air mata mengalir lagi. Nuhun Gusti sudah dipanggil lagi kembali lagi kesini.
Kusampaikan juga doa titipan teman teman: Icung yang minta segera diberikan keturunan, Dian kesehatan dan rezeki untuk mengunjungi tanah suci ini juga doa untuk kedua orang tua dian, doa titipan mas Ica mudah mudahan masalah keluarga kami diberikan penyelesaiannya dan dilancarkan rencana pernikahannya, Baron minta dipanggil ke tanah suci. Qinoy yg titipan doanya satu halaman penuh, doanya mbak lela juga. Dan doa doa dian, inda, baron kinoy yang juga minta diberikan jodoh :-). Pastinya gak lupa doa buat kesehatan Bapak dan minta Allah menjaga dan menyayangi Bapak.
Hari ketiga
Waktunya ziarah kota Makah: Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Rahma, Muzdalifah, Arafah Mina.
Tidak begitu banyak yang kuingat dari ziarah ini. Biasa lemah otak hehehehe.
Cuma satu hal, jadi pas di jabal tsur, Pak Zul menerangkan kalau di kejauhan ada titik putih yang tampak itu adalah orang orang yang sedang menapak tilasi perjalanan Rasulullah. Semua orang mencari cari titik titik putih yang dimaksud Pak Zul tapi tak nampak. Padahal saat itu memang lagi tidak ada peziarah yang menuju bukit Tsur itu. Hahaha Pak Zul sebagai guide yang berpengalaman tampaknya sudah refleks saja menceritakan itu tanpa mengecek apakah pada saat itu memang ada orang orang yang dimaksud beliau hehehe.
Kemudian pas di Jabal Rahma bingung liat tulisan nama nama pasangan pasangan sudah memenuhi setengah tugu yang disebut jabal rahma itu. Kalau mau tulis juga bingung juga fida dengan siapa dong. nanti kalau tulis satu nama yang aku mau , kata Allah: maksa kamu, hihihi. Gak berani ah, doa saja minta dimudahkan proses dipersatukan secara halal dengan jodohku. Kalau masih sukar dimudahkan, kalau masih jauh didekatkan, kalau masih haram disucikan. Dibukakan hati jodohku buat aku dan dibukakan hatiku buat jodohku juga. Amin. Gak berani minta lebih.
Selepas dari jabal rahma, menuju masjid ji’ronah untuk ambil miqat untuk umrah kedua.
Sayang aku sudah dalam keadaan haid, jadi gak bisa umrah lagi
Hari ini juga janjian sama Nordin untuk pergi ke peternakan unta.. uuuhhh exciting….Bagaimana caranya memperkenalkan Nordin…hmm…. Nordin ini temannya Imam, Imam ini guideku waktu pertama kali umrah tahun ‘02. waktu itu yang umrah aku dan rini aka icung, adiknya bay. Nah karena technology yang sudah demikian canggihnya, silaturrahmi dengan Imam tetap terjaga. Dari beberapa kali chatting dengan Imam, Nordin ini suka nimbrung juga. Ngobrol sana ngobrol sini, temen yang enak buat ngobrol. Akhirnya pas taun ‘03, aku kembali lagi umrah kali itu bersama kakakku, I met him in person di Jeddah di red sea hotel tepatnya. Sebelum atau sesudahnya gt, juga pernah ketemu beliau dan temannya, Lukman, di Jakarta.
Sekarang secara resmi Nordin kuperkenalkan. Nama lengkapnya Nordin Hidayat, asal Cimahi. Email: nordinhidayat@yahoo.com. Nordin sekarang berafiliasi dengan ESQ umrah tour dan ingin diperkenalkan sebagai public relation (lupa bahasa arabnya, punten wae lah) ESQ.
Intermezzo mulai
Nordin promosi umrah bareng ESQ ke aku. (kejadiannya setelah aku umrah ini, sdh kembali ke jakarta).
Katanya begini: Fida, aku bayarin kamu dulu umrah dengan ESQ ( fyi, biaya umrah dgn ESQ USD 1800 saja!!), kalau kamu tidak mendapatkan something, kamu tak usah bayar. Tapi kalau kamu mendapatkan something…gak ada terusannya (gantiin duit gue maksudnya heheheh).
Aku bargain sm Nordin. Begini Din. Aku bayar tiga perempat kalau mendapatkan something itu. Dan kuganti full kalau aku mendapatkan something itu dan jodoh. Bagaimana? Hehehehehehe.
Ps: Nordin yang mengingatkan aku: Fida, Allah itu lebih dekat bahkan dr urat nadi kita sendiri. GLEK!!!! Dalemmmm euy…..
Intermezzo selesai!!
Janjian jam 4 sm Nordin, molor satu jam, biasa perempuan!! Biarpun sudah dipasang papan pengumuman elektronik oleh pemerintah Saudi untuk tidak menggunakan perfume dan please dress properly, tapi tetep kalau mau jalan jalan harus pakai perfume yang wangi!! Pernah diingatkan ibu ibu di Madinah kalau baju kita, apa aku aja yah, menerawang heheheh :-)
Janji Nordin adalah kami berempat diajak ke tempat yang unik yg belum kukunjungi dan yang tidak ada di Indonesia. Akhirnya jadilah kami dijanjikan akan ke peternakan unta, makan daging unta, semuanya serba unta (begitu janjinya!!!!).
Janjian di bin dawood, nunggu Nordin ambil mobil, foto foto di depan resto Hilton Makah secara kita gak mampu tinggal disitu. GAK PENTING banget yaaa!!
Begitu mobil tancap gas dan melesat meninggalkan kota Makah, kita mulai bercanda yang gak jelas begitu. Biasa bejanda ala jomblo2 yang ngasal. Kubilang begini, kalo di jakarta nih din, temenku pasti akan pura2 pegang hpnya dan ngomong: ya om baik om, sedang dibawa nih om, kamar nomor berapa om? 374 ya? Baik om baik baik. Hahahahah secara dia bawa cewek empat di satu mobil. hihihi
Sabar ya Nordin… tabah ..tabah. Lama lama becanda, kita baru sadar kok ini gurun pasir gak selesai selesai yah. Kapan selesainya siiiiii. Langsung kecurigaan mengarah pada Nordin, mau dibawa kami, tolooooongggg, ayo ngaku. Mau dikasih sama orang arab yah kikikikik. Di sepanjang jalan itu, tiap pas pasan sama mobil, kami dilihatin sm orang orang arab. Pasti mereka semua berpikir beruntung sekali bapak ini punya istri 4, cantik cantik nian aiiihhh……..wa dezig!!!!
Di perjalanan Nordin memutar lagu pop timur tengah yang berjudul Nasseny el Donya dinyanyikan oleh Ragheb Alama. Awalnya kita pikir ini lagu biasa ajah tapi karena dalam hati sudah bertekad untuk menyelami kehidupan orang Arab ya sudahlah kami berusaha mencari tahu lebih banyak tentang lagu ini. Kami tanya apa pesan lagu ini. Nordin bilang begini: ini lagu dahsyat banget. Ya apa dong artinya, tanyaku lagi. Kata Nordin: pesannya: gue itu sudah kehabisan kata kata buat menyatakan cinta gue sm elo. Gue musti ngomong apa lg sih sm elo. Ooooh, seru kita semua. Trus arti judulnya apa tanya kita lagi. Nordin bilang: gue sampai lupa dunia..oooooh kata kita serempak. Secara yah bahasa arab kita nol… Itu lagu makin lama dan sering didengerin makin enak. Sampai besok besok di Jeddah dibawa lagi jalan jalan sm Nordin, kita request lagu itu terus terusan. Heheheh jangan salahkan kami ya Nordin. Kau yang meracuni kami semua heheheh.
Oh ya di perjalanan aku melihat ABN AMRO Bank ala Arab Saudi. Hihi lucu banget.
Nordin cerita bahwa pembangunan yang sedang diadakan oleh pemerintah Saudi Arabia ini diperkirakan akan selesai dalam waktu 5 tahun. Semua bangunan yang berada di ring 1 deket Masjidil Haram akan dihancurkan dan dijadikan pelataran Haram. Hotel Hilton yang megah itupun akan pindah juga. Sayangnya aku lupa tanya ke Nordin bagaimana dengan nasib para pedagang pasar seng. Apakah nasibnya sama dengan pedagang di Indonesia yang terkena penggusuran. Rencananya kota Makah akan dibuat setertib dan sebersih Madinah. Kita lihat nanti. Terus terang ada satu hal yang sangat menganggu mataku di kota Makah yaitu banyaknya peminta minta yang berasal dari Afrika. Dan Masya Allah hampir 70% dari mereka tangannya buntung, anak anak juga! Kadang kadang suka terbersit dalam pikiranku kalau mereka adalah orang orang yang pernah ketahuan mencuri sehingga harus merelakan tangannya dipotong.
Kalau melihat banyak anak kecil yang juga sudah cacat, aku jadi sempat bingung pada awalnya. Apakah hukuman potong tangan juga diterapkan kepada anak anak kecil. Jawaban itu sedikit terjawab ketika salah seorang guide kami bercerita bahwa hukuman potong tangan hanya diberlakukan bagi akil balik, kepada anak anak tidak diperlakukan hukuman tersebut. Jadi beberapa tahun lalu pernah ada kejadian besar dimana sebuah keluarga Arab kehilangan anaknya yang masih balita. Beberapa tahun kemudian, keluarga ini umrah di kota Makah. Sang ibu melihat seorang peminta minta anak kecil dengan tangan yang sudah buntung. Ibu itu langsung menangis karena teringat anaknya yang hilang yang kalau masih ada pasti lah seumuran anak tersebut.
Ibu itu mengabaikan anak itu dan tetap melanjutkan umrahnya. Setelah menyelesaikan umrahnya, ibu itu kembali bertemu dengan anak tersebut, anak itu menangis di hadapan ibu tersebut dan mereka berdua pun menangis. Subhanallah karena izin Allah ibu tersebut memeriksa tanda lahir yang ada di anak tersebut dan alangkah terkejutnya beliau ketika mendapati bahwa birthmark anak tersebut sesuai dengan birthmark anaknya. Ibu itu kemudian melaporkan kasus ini ke kepolisian Saudi dan gegerlah Saudi dengan kasus ini karena anak tersebut ketika hilang dalam keadaan normal tidak ada kekurangan apapun juga. Gak tau deh apa cerita ini benar atau tidak.
Tega mereka melakukan hal tersebut demi mendapatkan belas kasihan jamaah yang datang mengunjungi tanah haram. Gak habis pikir aku sampai sekarang.
Setelah ngobrol ngidul, akhirnya sampai jugalah kami di peternakan unta. Hmmm…tidak nampak seperti peternakan unta. Unta iya ada beberapa, tapi tidak seperti yang kubayangkan peternakan sapi di kampungku sukabumi. Peternakan untanya di pinggir jalan raya, di tengah gurun antah berantah. Ada 2 peternakan unta yang dimiliki oleh dua orang yang berbeda. Pemiliknya dua duanya orang Afrika. Konon katanya memang cuma orang Afrika penggembala unta karena cuma mereka yang tahan tinggal di bawah terik panas gurun sahara!
Sebelumnya dikasih tahu sama mas Imam kalau khasiat susu unta antara lain bikin putih kulit. Aku percaya aja lah, mau dibilang apa juga gue mah percaya aja. Pas aku tanya Nordin, dia ketawa ngakak. Kutttuuu!!!!! Gue ditipu mentah mentah sama mas Imam.
Cara memerah susu unta adalah, susu si induknya harus dipancing dulu oleh anak untanya supaya keluar. Jadi gak bisa serta merta gitu aja keluar kayak sapi.
Itu susu yah begitu dah didapat ditaruh di baskom dan susunya itu berbusa (lihat gambar) buangeeet. Aku sama anak anak langsung eneg begitu lihat busa susu ituh. GLEK!! Masa suruh minum susu gitu siih iiieeeuuwwwww. Susu yang masih berbusa itu dipindahkan ke baskom lain supaya pisah dari busanya. Jadi yang didapat susunya saja tanpa busanya.
Tapi Nordin dasar tukang kompor hebat, dia berhasil meyakinkan kita kalau susu itu enak, tidak amis, tidak berasa dan berbau. Seperti santan kok, begitu katanya. Huuuuuuh. Bismillahirrahmanirrahim glek glek glek…..ternyata memang tidak berbau dan tidak amis. Aneh bin ajaib. Disitu sih emang gak bau. Rasanya kayak susu sapi yang sudah dimasak kok. Tau deh apa kayak santan karena gak pernah nguyup (minum-red) santan sih Din.
(Pas di hotel Jeddah, makan yang ketiga kalinya berasa juga untanya hahahahahaaha. Wis ben dah kepalang tanggung. Obat bikin kulit jadi putih hihihi. Tiap habis minum susu itu,aku pasti mencret mencret, kata mas Imam itu artinya aku punya penyakirt dan susu itu meluruhkan penyakitnya. Tau ah. Bodo. Gak percaya lagi. Iya sakit! Sakit hati! Heheheheh)
Semua nyobain susu unta. HARUS!! Melda yang gak suka susu pun kami paksa minum. Dengan alis sedikit nyureng, mulut sedikit monyong, tangannya merengkuh baskom berisi susu unta. Yang ada lidahnya doang yang kena pinggiran baskom. Cep cep lidah Melda mengecap susu untanya. Iyya, udah, ya gak amis katanya hahahaha. Untung Melda gak muntah.
Sudah selesai minum susu untanya, kami mendapatkan bonus beberapa botol kecil susu unta dan satu plastik besar susu unta untuk dibagikan sama jamaah jamaah yang lain.
Setelah selesai bertransaksi susu unta, kami kembali ke mobil, entah kenapa Nordin bergerak menjauhi jalan bukannya langsung memutar mobil ke jalan raya. Terjadilah bencana itu, mobil kami stuck di pasir!!!! Melda kemudian mengambil alih kemudi, sementara Nordin dan tukang susu unta tadi mencoba mengeluarkan mobil dari pasir. Digas, bukannya malah keluar bannya tapi malah semakin dalam rodanya terperosok ke dalam pasir. Deeeuuuuhhhhh gusti, apa pula ini? Jadi inget pengalaman mobil stuck tahun lalu tapi bukan di gurun pasir melainkan di salju di Alsace, Perancis. Waktu itu aku dan momo dibantu pemilik hotel untuk mengeluarkan mobil dari kepungan tentara tentara salju :-) Ach ach fida, selalu aja kena kesialan heheheh.
Awalnya aku, irev masih ketawa ketawa foto lama lama jiper juga. Kepikiran deeeuuuuh pasti ini gara gara ngomong ngasal deh. Hihi. Kepanikan melanda kami semua. Kebayang harus spend the night at the desert. Huuuuu don’t want to. Semua tampak sibuk berdoa dan minta ampun sm Allah :-)
Tiba tiba datanglah sang juru selamat, sebuah mobil land rover hitam gagah yang berisikan satu keluarga yang habis kembali dari berpiknik tampak mendekati kami. Para penumpangnya mendekati kami, pertama masih berusaha mendorong mobil tapi ketika tampaknya sia sia, barulah mereka mengeluarkan seutas tali untuk menarik mobil kami. Satu..dua…tigaaaaaaa. yessssss akhirnya bisa juga si putih keluar dari kepuingan tentara tentara pasir. Pfuuuiiiihhhhh. Akhirnya. Masih banyak orang baik di Saudi ternyata.
Di mobil berusaha untuk tidak sengocol pas waktu pulang tapi tetap masih terdengar suara cekikikan kecil menahan tawa.
(Sebenarnya inilah ketakutan kami berlima, dian, yolla, irev, melda dan aku, waktu di jakarta. Kalau kita berlima umrah takut gak bisa nahan becandaan yang kadang kadang kelewatan kl kita berlima kumpul. Akhirnya kejadian betulan kan. Itu padahal tim nya berkurang dedengkot dedengkot gilanya loh. Tinggal yang alim alim aja yang jalan heheheheh. Apalagi kl nanti ada dian dan yolla deeuuuuh gak kebayang gimana ancurnya umrah kami. Allah pasti geleng geleng kepala deh. )
Ayo DJ Nordin mainkan lagu kesukaan kami yang kau ajarkan kepada kami. Lagu Nasseni El Donya pun terdengar kembali. (Nanti aku upload deh lagunya ya). Biar saja lagu ini sudah lewat masa hitsnya. Lagu ini hits 2007 awal katanya. Bodo amat.
Untungnya perjalanan pulang menuju kota Makah berjalan smooth. We were trying sooo hard to act normal :-)
Say goodbye sm Nordin krn dia sudah punya janji. Anak anak ke masjid, aku di masjid saja krn msh halangan. Agak agak scary tinggal di hotel sendirian krn sebelumnya pas lg di hotel sendirian, dengerin Ipod, tiba tiba di salah satu lagunya Stevie Wonder ada kedengeran suara hihihihi di telinga gue. Sumprit deh gak boong. Agak2 parno dengerin ipod di hotel sendirian jadinya hehehehhe. Salah sendiri yeee di Makah dengerin Ipod bukannya denger orang ngaji :-p
Habis shalat Isya, aku punya janji ketemuan sama mas Imam. Mas Imam seperti yg sdh aku ceritakan di atas, guideku pas umrah pertama kali. Nama lengkap Imam Turmudi, asal Ponorogo. Email iturmudi@yahoo.com. Sampai saat ini masih merupakan guide favoriteku (plus Nordin juga deh skrg). Ngakunya sudah mau jadi ustadz tp males nganggap dia ustadz habisnya seumuran hihihi. Mas Imam berafiliasi dengan Patuna dan he is a really good PR for Patuna. (so, skrg bingung umrah berikut sm ESQ atau sama Patuna? Hihihihi ESQ dibayarin Nordin, Patuna dibangunin mas Imam kl shalat biar gak ketinggalan shalat lagi kayak di Madinah plus suaranya bagus jd nanti kl melantunkan talbiyah enak….hmmm….pilihan berat :-)).
Dian, mas Imam satu kampung sama elo mustinya elo umrah sm patuna tahun depan hehehehe.
(Masih inget pas umrah kedua, aku cuma sms mas Imam kl mau umrah sm kakakku, nyebutin travelnya dan berangkatnya kapan. Selama di Saudi sana udah gak kontak2 lagi, krn gak bawa handphone juga.
Pas lg thawaf, lg enak enaknya baca doa satu tangan megangin kain ihram kakakku, tiba tiba kayak ada nyenggol aku, dalam hati bilang uuuuh ganggu ajah, kulanjutkan lagi baca doanya, eh tiba tiba kok disenggol lagi, uuuh iseng amat sih, pas tengok ke belakang taunya ada sesosok wajah yang kukenal lagi senyum senyum gak berdosa. Mas imam lagi mimpin umrah jamaah patunanya. Kaget bukan main waktu itu. Pokoknya waktu itu berasa dipelototin Ka’bah gede hitam itu deh, nunduk aja gue mah punten ya Allah…..Hihihi yang ada sepanjang ngelilingin Ka’bah itu kita nyengir nyengir gak jelas. Gak mungkin jg kan kita ngobrol akrab di depan Kabah kayak teman lama gak ketemu hahahahaha bisa bisa dikibas kiswah Ka’bah kami hihiihi.)
Setelah shalat Isya, akhirnya ketemuan mas Imam bersama temannya Solihun. Kita berempat dibawa ke mal zamzam. Mal paling baru tampaknya di Makah. Mal ini lain dr mal mal yang ada di Makah. Ini mal kayak mal mal di Jakarta. Toko tokonya pun jualan baju baju yang sama kayak di Jakarta dengan brand GAP, Next, dll. Bingung kami lihatnya, kapan dipakainya baju baju ini pikir kami. Karena baju bajunya yang terbuka terbuka gitu persis sama dengan baju baju yang dijual di Jakarta. Binun aku sungguh binun.
Diajak ke tempat beli sajadah, tasbih, dan perfume buat bapak. Di tempat perfume, selain beli parfume, malah terjadi transaksi pemindahan ringtone arab dengan penjualnya hehehehe.
Pulang dari mal zamzam sudah lumayan larut buat kami tapi tidak tentunya buat warga Arab yang memang baru beraktifitas malam hari. Masih banyak orang lalu lalang di masjidil haram. Orang orang yang berusaha mengumpulkan seserakan pahala dan ridha dari Allah.
Hari terakhir di Makah
Hari terakhir di Makah, teman teman yang lain sudah pergi ke Masjidil Haram. Aku ditinggal di hotel. Aku berdialog sama Allah. Ya Allah izinkan aku melakukan thawaf wada. Ridhai aku ya Allah. Mandi kemudian langsung ke Haram. Untungnya waktu itu belum begitu terik. Bismillahirrahmanirrahim, kumulai putaran pertamaku.
Ya Allah ini rumahMu. Rumah yang begitu Engkau cintai. Engkau datangkan aku kembali mengunjunginya lagi. Nuhun Gusti. Semoga Engkau berikan kesehatan dan rejeki untuk kembali kesini.
Wahai Engkau Gusti yang menutupi aib aib, kutundukkan kepalaku, kutunjukkan kelemahanku. Engkau lah penggenggam hidup kami. Sayangilah aku, keluargaku dan teman temanku, perbaiki kami semua. Jangan Engkau palingkan kami darimu setelah Engkau limpahkan rahmatMu pada kami. Berikan kami ilmu yang bermanfaat, hati yang khusu, dijauhkan dari penyakit hati, dan lidah yang selalu mengagungkan namaMu.
Ya Gusti, jangan jadikan kunjungan ini kunjungan yang terakhir. Jika ini kunjungan terakhirku, maka gantilah surga untukku, dengan rahmatMu ya Gusti. Kembalikan kami kepada keluarga kami dalam keadaan selamat. Nuwun sewu, matur nuwun aku pamit pulang ya Gusti.
To be continued: Jeddah chapter
Labels: abnamroinsaudi, mecca, pilgrimtour, umrah