for keeping my mouth shut

Friday, July 04, 2008

Aku malu......




Sebelumnya makasih buat reaksi temen temen. Jangankan kalian yang baca blogku, aku saja yang baca blogku sendiri dan baca reaksi kalian masih suka sedih.

Inilah umrahku yang paling membuat aku terharu. karena sudah terlalu banyak dosa dan khilaf pastinya :-).

Selama 5 tahun ini aku begitu sombong untuk mengelilingi belahan bumi tapi tidak pernah mau kembali mengunjungi Mekah dan Madinah. Rasanya Tuhan harus menamparku dulu supaya aku mau datang sowan ke rumahNya.


Entah kenapa di Madina aku sering sekali terharu, ke Jabal Tsur, ke Jabal Uhud. Terbayang di kepalaku beratnya perjuangan Rasul zaman dahulu. Sementara kita sekarang umatnya sudah tinggal menikmati hasil perjuangan beliau. Dan dulu aku bisa dibilang paling males kalau disuruh baca shalawat nabi. Aku pikir kenapa sih aku musti baca shalawat nabi. Enak sekali ya Rasul banyak yang bacain shalawat. Begitu pula dengan keluarga dan para sahabatnya.
Duuuhh Gusti…Makanya kalau ke Madina aku selalu sedih karena pernah punya pikiran seperti itu terhadap Rasul, selalu merasa sangat berdosa. Padahal Allah saja teramat sangat mencintai Rasulullah. Punten ya Rasul puntennnnn.
Mungkin itu juga penyebabnya kenapa setiap aku datang ke Madina, masuk masjid Nabawi dan mengucap salam kepada Rasulullah selalu tercekat kerongkonganku, aku malu!

Surat Al-Insyirah
Di Madina, sering tergambar jelas di kepalaku masalah yang harus dihadapi bersama keluargaku setahun yang lalu. Ada satu surat yang selalu aku baca berulang ulang. Surat Al Insyirah. Surat yang aku baca berulang ulang bahasa Indonesia, karena buatku lebih mengena karena aku gak bisa bahasa Arab. Begini terjemahannya.

Bismillahirrahmanirrahim
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad),
Dan Kami meringankan bebanmu yang berat,
Yang memberatkan punggungmu
Dan Kami tinggikan namamu.
Maka sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan, sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan.
Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah (urusan yang lain) dengan sungguh sungguh, dan hanya kepada Tuhanmu hendaklah engkau berharap.

Itu aku baca berulang ulang dan di bagian Maka sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan, sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan,…. dan hanya kepada Tuhanmu hendaklah engkau berharap…. itu aku baca berpuluh puluh kali meyakinkan diriku akan janji Allah. Sambil sesenggukan tentunya :-).

Allah menegurku untuk mengakui semua nikmatNya dan anugerahNya dan juga untuk percaya akan janji janjiNya. Sering lupa aku untuk berterima kasih sama Allah. Yang ada hanya minta minta lupa untuk mengucap syukur, lupa untuk minta maaf untuk dosa yang telah aku perbuat.

Hari terakhir di Nabawi
Pagi hari di hari terakhir, kita berusaha datang lagi ke Raudah, dari sejak semalam, hati sudah galau karena kesedihan, besok sudah harus meninggalkan Madina, kota yang sangat dicintai Rasulullah, waktu itu pagi hari di raudah sudah tak bisa lagi menahan keharuan. Kembali aku mengangkat tanganku dengan kerongkongan yang tercekat mengucap Allahu Akbar……
Di sujud terakhirku itu kupanjatkan doa, Ya Allah terimalah sujud sujudku, terimalah ruku rukuku, terimalah shalat shalat malamku, terima lah doa doa yang kupanjatkan disini.
jangan biarkan dosa dosaku menjadi penghalang nikmat penuntun bencana, penghalang doa doaku kepadaMu. Jangan Engkau biarkan dosa dan khilafku menjadi penghalang bagi kami untuk mengunjungi rumah Rasul yang amat kami cintai.
Engkau tidak memerlukan keterangan dan penjelasan dari kami, sedangkan kebutuhan kami amatlah banyak. Mudah mudahan Engkau kabulkan permohonan kami ya Gusti Allah. (Ada doa titipan dr keluarga dan doa teman teman tentunya. krn sebagian teman masih single jadi doanya ya doa para jejomblo :-))

Malam itu kuputar lagi rekaman peristiwa dalam hidupku, satu demi satu kupaksa ambil dari memori otakku.Tanpa kusadari, selama di Madina aku merewind semua kejadian yang emotional buatku. Mau ditampar ditampar deh sekalian, semua kejadian yang tidak menyenangkan dalam kehidupanku.

Siang harinya, hari terakhir di Madina, berat rasanya kaki untuk shalat duhur di Masjid Nabawi Karena tahu ini adalah shalat terakhirku di Madina sebelum aku melanjutkan perjalanan ke Mekah.
Berat sekali rasanya berpisah dengan Rasul. Ya Rasul puntennnnn aku harus meninggalkamu karena kami harus melanjutkan perjalanan. Berat rasanya meninggalkanmu.
Mohon pamit ya Rasul. Assalamualaika ya Rasulullah, ya Nabi Allah, ya habib Allah. Salam sejahtera bagimu ya Rasul, salam sejahtera bagi keluargamu dan sahabat sahabatmu ya Rasul.
Ya Rasul, salam dari bapak, salam dari mbak Nina, mas Iwan dan mas Ica, salam dari Dian, salam dari Baron.
Aku pamit ya Rasul.

Gado gado
Di masjid Nabawi, bukannya tanpa godaan juga, sering kali aku terkantuk kantuk berat (!) apalagi pas nunggu antara adzan dan qamat. Tanya anak anak, depan sih baca Al Quran dan buku doa tapi setelah dengan seksama diamati ternyata aku lagi terkantuk kantuk BERAT :-).
Belakangan baru aku kucurkan air zamzam yang dingin di mata baru yang sedikit lumayan menolong.

Mengenai kantuk ini, mau sedikit cerita yang malu maluin. Karena capek yang teramat sangat, 10 jam terbang tambah 6 jam perjalanan darat, trus bolak balik hotel masjid tampaknya membuat kita extremely exhausted. Satu hari, kita ketiduran dan ketinggalan shalat Maghrib. Bangun bangun jam 6.30 aah kita semua bilang, ya sudah tidur lagi bentar, nanti ke mesjid lagi shalat maghrib dan langsung tunggu shalat Isya. Zzzz…….. bangun bangun lagi jam 21.30 kita semua: aaaaaaaaaah we missed it again……Melda yang paling feeling guilty. Sementara kita bertiga dikarenakan kelelahan yang amat sangat bangunnya pun masih males malesan heheheh. Cuci muka pakai baju, langsung ke restoran and acted as we were coming from the mosque heheheh. Maafkan kami ya Gusti. Kami kan hanya manusia biasa :-).
Jadi satu tip dari kita, persiapkan juga fisik yang bagus kalau mau umrah. Bawa vitamin dan juga counterpain buat pegel pegel. It helped a lot.

5 tahun ditinggalkan tidak banyak yang berubah dengan Madinah seingatku. Cuma sekarang lagi ada pekerjaan konstruksi yang lumayan banyak debu. So, temperature yang lumayan panas ditambah debu konstruksi …hmmmm. I was not trying to cover my face with the sun glasses and the face masker or even a handkerchief. Aku cuma doa sederhana sama Tuhan, aku tidak berusaha menahan panas ini dengan apapun ya Allah. Mudah mudahan Engkau tambahkan aura keindahan ke dalam wajahku untuk setiap sinar setiap panas setiap debu yang menerpa wajahku.

Hari pertama di Madina
Hari pertama kita ke Madina, diajak ke Raudah yang terbuka buat kaum perempuan hanya tiga kali sehari, pagi sekitar jam 8 sampai jam 11, habis shalat Duhur sampai sekitar Ashar dan malam habis Isya sampai jam 12an. Kita seneng banget kesana. Mungkin seneng aja yah berdesak desakan dengan jamaah dr negara lain hehehe bejanda. Pastinya untuk berdoa yang diantaranya sudah kusebutkan di blog sebelumnya.

Pas hari pertama kali ke Raudah, kita termasuk beruntun karena begitu disuruh antri, bentaaar banget dah disuruh masuk. Guide nya aja sampai bingung krn saking cepetnya karena biasanya sampai tiga kali kita harus duduk sebelum masuk Raudah.
Sekarang masuk Raudah lebih tertib karena dibagi berdasarkan Negara, more or less. Indonesia Malaysia dan Brunei disatukan dalam satu papan bertuliskan “Bahasa Melayu” (Aneh!!!! Jadi kita adalah bangsa bahasa melayu, I was wondering who told them those words. Stupid!!) itu lah petunjuk kita kalau mau ke Raudah. Peraturan ini sangat menguntungkan buat jamaah Indonesia yang rata rata berukuran tubuh mungil daibandingkan jamaah lain dari Negara Negara timur tengah lainnya. Kita bukan hanya mungil tapi juga paling halus dan sopan. Mana mau kita rebutan tempat sama ibu ibu bertubuh besar itu. Bisa kejengkang kita semua sama mereka.
Ada satu peristiwa juga yang bikin aku tertampar lagi pas pertama kali ke tempat ini. “ibu”ku Bu Zuraida bilang kita beruntung ya bisa secepat itu sampai di Raudah. Beliau kemudian menagis haru dan bilang, Allah tahu kalau kita sudah jauh jauh datang mengunjungi Rasulullah. Ibuku benar, kita sudah datang dari jauuuuuuuuh sekali. Ibu menghargai susahnya perjalanan kita kesitu. Sekali lagi aku ditampar.


Hari pertama di Madina juga ziarah ke makam Baqi. Tapi bingung skrg makam Rasul ditutup, makam Baqi gak boleh naik lagi ke atas, jadi apa lagi yang bisa dilihat. Jadi judulnya ziarah pakai mata batin ke makam Rasul dan Baqi :-). Punten yah …….

Hari pertama sandal jepitku dan Melda hilang. Lucunya sandal yang ditinggalin itu sandal jepit kanan dua duanya. Mungkin orang yang ambil buru buru jadinya dia pakai yang kiri semua. Bingung juga soalnya tasnya diikat sama Bay. Tapi yasudahlah, mungkin kita memang hrs balik lagi ke sini untuk umrah lagi :-). Terpaksa balik ke hotel sedikit loncat loncat kepanasan heheheh


Hari kedua di Madina
Hari kedua di Madina kita jalan ke Masjid Quba, masjid yang pertama kali dibangun Rasul. Insya Allah kalau shalat disini mendapatkan pahala umrah. Dilanjutkan dengan Jabal Uhud. Aku gak begitu cerdas dan ingatanku tidak begitu kuat kalau menyangkut sejarah. Jadi kalau untuk detail tempat tempat yang kita kunjungi bisa diintip disini;

http://peaceandcat.blogsome.com/2006/01/28/ziarah-madinah-bag2-jalan-jalan/

http://dudyeffendi.wordpress.com/2008/06/07/8-ziarah-madinah/

http://hajj.al-islam.com/display.asp?lang=ind&sub=4&fname=ziara/kobaa

Terakhir ziarah ke kebun kurma . Hmmmm…gak mau beli oleh2 banyak banyak, nanti overweight. Lagian juga mau mengurangi kebiasaan repot karena oleh oleh.
Dian bilang, fida rela nyengsarain dirinya sendiri demi bawa oleh oleh yang segambreng. Skrg dah mulai insyaf, selain berat, juga kali ini uangnyah terbatas. aku mau beli parfum soalnyah :-). Untung lagi, bisa bayar pakai rupiah, jadi menghemat uang realku untuk beli barang barang yg gak bisa pakai rupiah.
Seru ajah disanah emak emak pada berebutan beli kurma, beli coklat, kacang. Apa juga dibeli kali. Yah maklum lah namanya juga emak emak, banyak temen pengajiannya kali.

To be continued.... Makah chapter

17 Comments:

  • At 1:57 PM, Anonymous Irev Chaniago said…

    Amin.....

    Alhamdulillah Fida sadar kalo jalan2 jgn keseringan shopping n bawa "koper di dalam koper". Walaupun waktu gw ambil bagasi Fida di kos sempat shock dgn bawaannya itu, tapi Alhamdulillah gw n Melda diperbolehkan nitip barang di "kopernya yg beranak" itu. Thanks bu!

     
  • At 2:18 PM, Anonymous hafida meutia said…

    heheheh. Gak ada salahnya berjaga jaga bukan? hihihihi.

     
  • At 4:41 PM, Anonymous melda yeni said…

    Sleepy girl...hehehhheh..gw sampe salut liat elu selalu membawa buku doa ke mesjid...sekilas seperti khusyuk berdoa...ternyata tertidur.

     
  • At 4:49 PM, Anonymous hafida meutia said…

    hehehehe. iya nih godaan setan kenceng bgt kl gue di masjid :-). Udah keluar masjid ajah seger lagi :-).

     
  • At 9:16 PM, Anonymous eR PL said…

    aduhhh..gw kok ga bisa nahan ketawa..liat sendal yang 2-2nya kiri ituuuu...hahahaha

    Asik..blognya udah lengkap..gw ga usah cerita lagi deh. Btw,..bener ni yang nulis Ban..kayaknya....^_^..tuing..tuing

     
  • At 9:18 PM, Anonymous eR PL said…

    aduhhh..gw kok ga bisa nahan ketawa..liat sendal yang 2-2nya kiri ituuuu...hahahaha

    Asik..blognya udah lengkap..gw ga usah cerita lagi deh. Btw,..bener ni yang nulis Ban..kayaknya....^_^..tuing..tuing

     
  • At 11:57 PM, Anonymous anna sie said…

    Aduuuuh................nona2 manis tuh!! Matanya pada bunder deh kalo waktunya shopping, engga kaya dimesjid pada ngantuuuk melulu....he....hee!!

     
  • At 11:59 PM, Anonymous anna sie said…

    Borong apaan tuh yah?? semangat betul.....itu emak-emak eh maaf nona2, inget jangan kebanyakan coklat ntar pada gendut susah dapet jodoh......huakakakak!!

     
  • At 12:01 AM, Anonymous anna sie said…

    Seneng yah dah kesana!! InsyaAlloh saya bulan Ramadhan ini juga mau umroh....amien.

     
  • At 9:20 AM, Anonymous hafida meutia said…

    itu dua duanya kanan bay. iyya gue geli jg tiap kali liat ituh. yeeee isi ateuh blognya ndiri, kan pembacanya beda beda kita dan perspektif kita pastinya beda beda. Jadi, ayohlah tetep diisi blognyah.

     
  • At 9:21 AM, Anonymous hafida meutia said…

    heheheh, kalo shopping kurrma gak bgt mbak Anna. Kalau shopping perfume baru hihihii. Perfume freak maklum

     
  • At 9:23 AM, Anonymous hafida meutia said…

    hahahaha, yah masa sih gak ada cowok suka cewek sedikit endut namun manis, penyayang, jago masak, salehah, periang hehehehe (promosi terselubung!)

     
  • At 9:24 AM, Anonymous hafida meutia said…

    Aku doain mbak Anna mudah mudahan lancar yah. Aduh apalagi bulan Ramadhan Subhanallah, aku mimpi aja dl deh bisa umrah pas Ramadhan. Belum mampu mbak.
    Mbak Nina gak diajak mbak?

     
  • At 5:19 PM, Anonymous ed 31 said…

    barakollah, hidayat dan karunia yang Allah berikan pada hamba-hambanya.
    cukup saya membaca dan melihat gambar-gambar sudah terwaliki kekagumaamn diri pada Mu ya Rabb.
    Semoga limpahan rahmat diberikan pada hafida sang empunya menjadi sempurna... amien.
    maaf gak bisa basa inggris jd begini deh... hatur nuhun neng...
    dikantun ti payun, slankeun kangge bibi... bay.

     
  • At 7:42 PM, Anonymous eR PL said…

    gubraaaaakkk...sekalian aja ntar pake baliho..ya, biar pada baca semua..^_^

     
  • At 6:06 PM, Anonymous ed 31 said…

    wajah lelah memang gak bisa dihilangkan tapi liat keceriaan kalian rasanya saya puas deh karena teh fida sama neng iyek tuh sebetulnya gak kuat banget tapi anehnya disini kok heroes semua kayak gak butuh porter(laki-laki).
    Be strong ... fida

     
  • At 5:53 PM, Anonymous imam turmudi said…

    siiiiip3x

     

Post a Comment

<< Home