for keeping my mouth shut

Thursday, November 09, 2006

waktu berpikir

sekarang setelah event infrastructure berakhir, kerjaan sedikit berkurang di kantor, jadi punya waktu banyak buat berpikir. apa maunya aku apa yang harus aku utamakan. belakangan ini tubuhku mencoba memberitahu aku sesuatu. sesuatu yang tidak aku sadari, tepatnya mungkin sesuatu yang aku ingkari. aku pikir aku tidak sedih dengan kondisi yang sekarang. Walalupun aku mencintainya. Aneh memang mencintai seseorang yang belum kita kenal, tapi begitulah yang terjadi. Aku tidak tahu kenapa dia mulai menjauh, sebetulnya yang aku butuhkan hanya penjelasan, bukan laki laki pengecut yang kabur dari masalahnya. aku marah karena di begitu pengecut, aku sedih karena semua berakhir dengan ketidak jelasan. aku kecewa karena aku dicampakkan. AKu mau semua berakhir dengan baik baik. tapi tampaknya dia tidak mempunyai jalan pikiran yang sama denganku. Biarlah masing masing orang punya jalan pikiran masing masing.
aku berani bersumpah bahwa aku sudah mengikhlaskan semuanya. bila dia bukan jodohku ya sudah tak apa apa. aku tidak mungkin merubah prinsip hidupku. Entah kenapa belakangan ini aku sering menangis, sedih bila mengingat dia. Sepertinya kesedihan dia sampai di hatiku. ge er mungkin. aku tidak tahu. tapi belakangan ini kesedihanku sudah mulai berkurang. Feelingku mengatakan aku mulai kehilangannya. aku pasrah ya Allah. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. semua kuserahkan kepadamu. Mudah mudahan Kau kuatkan hambamu ini untuk menjalani semuanya. Mudah mudahan engkau memberikan jodoh yang terbaik untuk aku.
Aku harus berpikir lebih banyak untuk bapak. Bapak masih sakit walaupun sudah mendingan. tapi tetap saja aku mngkhawatirkan Bapak.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home