for keeping my mouth shut

Tuesday, July 01, 2008

Catatan hati perjalanan umrah 2008




background
Rencana umrah tahun ini dibilang dadakan ya dadakan dibilang sudah diplanning dr jauh jauh hari jg iya. Jadi begini ceritanya, kita cewek cewek berlima, dian, melda, irev, yolla dan aku sudah beberapa kali traveling bareng. Bisa dibilang kami semua harus berterima kasih pada Air Asia yang memungkinkan kami untuk mengukur kecilnya dunia yang kita pijak ini dan mengetahui bahwa masih banyak hal yang menarik di luar sana yang sebelumnya tidak kami ketahui.

abroad traveling ok. why not doing pilgrim trip????
Singkat kata, kita berlima menantang diri kita masing masing kalau jalan jalan ke luar negeri dengan gampangnya tercetus dari mulut kita, kenapa begitu sulitnya untuk mencetuskan, yuk kita umrah bareng. Walaupun pada saat itu kita berlima mengiyakan mau, tapi menjelang hari H kita sadar betapa besarnya godaan setan untuk ibadah. Bulan Februari 2008, Cuma Melda dan Fida yang memantapkan hati untuk umrah. Yang lain dengan berbagai macam alasan. Melda dan aku sepakat untuk berangkat bulan April 2008. Kalau tidak salah bulan Maret Melda mengabarkan kl dia tdk bs umrah krn ada urusan di kantornya. Masya Allah, banyak banget godaannya, di pihak Fida juga sebenarnya ada godaan untuk tdk pergi umrah.


me saying in '03: enough with pilgrim, now headed to Europe. Deeeuh..
Aku ingat waktu tahun 2003 ke tempat ini, temenku Nordin yg skrg tinggal di Jeddah tanya, Fida kapan lg umrah. Aku selalu bilang, nanti nantilah kalau sering sering bosen, sudah ke Arab, skrg arahnya ke Eropa dong. Kalau ingat itu, sedihhhhh banget. Kok bisa bisanya aku ngomong bgt. Syukur aku Allah tidak menghukumku dengan tidak mengizinkan aku lagi mengunjungi tempat suci ini.

Convincing our hearts: Pilgrom tour in July!!!
Setelah gagal rencana umrah bukan April, rasanya kecil kemungkinan kita umrah tahun ini. Satu hari Melda telp Fida, dia bilang, Fid, gue mau umrah, gak bisa ditahan lagi karena gue sampai kebawa bawa mimpi umrah. Akhirnya kita berdua memantapkan diri, baiklah kita pergi umrah bulan Juni, tidak mau Juli karena sudah libur anak anak sekolah.

Checking out friends if they wanted to join us
Kita tanya lagi Dian, Yolla, dan Irev, apakah mereka mau join dengan kita. Yang menanggapi dengan positif Cuma Irev, itu pun hrs dibujuk dulu. Yolla mau nabung buat ke Eropa. Dian belum siap katanya dan juga ada acara di kantornya.
Jadi di antara berlima, yang jalan cuma kami bertiga. Ditambah keponakanku, bay, yg join last minutes. Oh ya Baron, temen kost, juga berangkat sm 3 orang temennya dgn travel yang sama. Ini rombongan lucu. Dari mulai cordova, patuna, eh larinya ke NRA NRA juga hehehehe. Dr awal aku udah bilang sm NRA aja bareng sm aku, Baron gak mau. Keukeuh mau sm Patuna. Wis ben…..

Choosing the travel
Waktu bulan Februari itu kita sudah sempet browsing operator umrah yang sesuai dengan kantong kita. Kalau akhirnya kita pilih NRA tours and travel di Buncit itu karena pertimbangan lokasi dekat dengan kantorku jadi kl ada kekurangan dokumen bisa gampang dikumpulkan. Juga karena pertimbangan biaya yang sesuai dengan budget. Biaya umrah di NRA untuk yang satu kamar berempat periode bulan Juni 18 sampai 26 Juni USD 1470 plus biaya fiscal dan perlengkapan umrah Rp. 1.450.000.

New regulations on pilgrim!!!
Tapi sejak bulan April, ada peraturan baru yaitu paspor tiga nama dan suntik meningitis. Awalnya gue cukup kesel denger peraturan itu. HELEMAAL ONZIN!!!!!! Itu Cuma menambah pundi pundi instansi pemerintahan saja. Apa coba dasarnya paspor harus tiga nama. !!!! gak masuk akal buat otak gue yang udah limited space ini. Suntik meningitis? Orang tinggal disana juga cuma satu minggu, buat apa lagi suntik itu. Coba kalau ada yang bisa menjelaskan dasar pengenaan alasan alasan ini, bisa kasih tau aku ya. Tapi ya sudahlah sabar sabar. Biaya NRA untuk jasa penambahan 3 nama Rp. 250.000 plus suntik meningitis Rp. 160.000.

Still working on the D day
Menjelang keberangkatan juga bukan tanpa stress. Volume pekerjaan di kantor masih tinggi. Aku masih punya event kantor yang padat bgt sepanjang 2 minggu terakhir dan ada majalah intern kantor yang musti diselesaikan. Hampir tiap malam pulang jam 3 pagi, jam 1 pagi untuk nguber majalah selesai pada waktunya. Bahkan hari H aku berangkat, paginya aku msh ada di percetakan untuk final review. Sampai saat ini aku tulis blog ini, aku belum sempet lihat majalahnya. Tapi kata salah seorang kolega, hasilnya bagus. Alhamdulillah puji syukur ini berkat ridha dari Allah SWT.

Cowboy pilgrim - lack of preparation this time
Bisa dibilang umrah tahun ini ngoboy abis. Gak sempet beli anu gak sempet beli itu. Bawaan seadanya aja. Bahkan kalau mau dibandingkan dengan perjalanan yang lain yang untuk seneng seneng, ini perjalanan yang paling gak siap paling grabak grubuk. Persiapan batin dan mental juga seadanya. Koboy abeees.

Baron, my room mate, could not make it
Pas hari H juga aku dapat kabar dr, Baron, kalau dia gak jadi ikut umrah. Tadinya tuh udah kebayang pasti seru banget umrah kali ini. Rombonganku berempat, rombongan Baron juga berempat. Kebayang gak sih, umrah sm temen temen yang asyik asyik. Pastinya seru. Eh manusia memang benar hanya bisa berencana , Tuhanlah yang berkuasa. Deuh Gusti, maha besar kuasaMu. Baron dan tiga temen lainnya gak jadi umrah. Padahal tuh ya Baron itu dah ikut manasik, udah punya buku meningitis 2 heheh, satu bukunya doang tanpa suntik dan satunya lagi beneran suntik ke Halim sama aku. Sampai kita sempet disangka suami istri lagi hahahahahah. Langsung aku sanggah susternya, bukan sus kami hanya temen kost kok. Trus the next question adlh mbak gak hamil kan? Hahahaha hahaah. Deeeeuuuuuhhhhh sus sus. Memang tampang kami tampang penjahat seksual apa hehehehe. Sebenarny mau ngakak abis pas ditanya gitu, tapi begitu liat muka Baron yang cool, langsung mengurungkan niat untuk ketawa ngikik heheheheh. Aura nya Baron itu yang gak kuat.

My mahram (could not enter Saudi Arabia without a man of family. Its a must)
Krn gak sempet ikut manasik, bgt sampai di bandara, aku lgs sibuk cari mahramku. Pas ketemu Alhamdulillah, dapat mahram yang meneduhkan. Bukan hanya itu nanti selama di Saudi sana pun “Bapak dan Ibuku” Alhamdulillah baiiiiiiiik banget. Bisa dibilang di antara temen temen yg lain, mahramku yang paling asyik dan ngemong. Temen temen malah sibuk ngomporin, fid, anak2nya cakep cakep tuh hahahahah. Addduuuuuh gak kepikiran lah buat kesituh. Udah untung dapat mahram yang baik. Masalah jodoh gampang, kan tinggal berdoa di sana. Iya gak . mahramnya namanya Bapak Sudirman Diza dan istrinya Ibu Zuraida. Kedua duanya bangsanya Irev. Cie duo tigo……heheheheh

NRA, Mega Citra, and Patuna pilgrim operators
Ternyata hari itu kita berangkat bareng Patuna dan Mega Citra, travel umrahku yg kedua. Aku gak mau pakai Mega Citra lagi, karena proses di bandara Saudi pas kepulangan lammaaa banget sm mereka.
Sama Patuna? Hmmmm….. conflict of interest sm salah seorang staff Patuna hihihi

Oops, where's my mahram, got to find him for the immigration check point
Pas mau turun pesawat, sekitar jam 20.00, mau ke airportnya, sempet panik, mana “bapak” ku mana “ibuku”? Bodoh pikirku kenapa pas selama di pesawat, aku gak berusaha cari beliau berdua jd gampang kl turunnya.
Ternyata bapak dan ibu sudah di darat dan antri mau masuk imigrasi, cepat cepat aku memotong jamaah yg lain spy bisa berdekatan dengan mahramku. Punten punten heheheheh.

my immigration official is cuuuuteeeee
Tengok sana tengok sini, kok petugas imigrasi di antrianku cuaaakkeeeeeeeb banget. Sumprit! Aku sm Bay Cuma bisa mesem mesem aja dr jauh.
Pas giliran aku, dia tanya macam macam, minat gak kerja di Saudi sini?
Gak, jawabku.
Kenapa, dia Tanya.
Ooops nanti dia tersinggung lagi, not at the moment I mean.
Trus dia tanya lagi, kamu mau ke amerika?
Gak, jawabku.
Loh ini visa apa?
Ooooh schengen buat ke Belanda, kubilang.
Huh?????, dia bingung.
Holland Holland tambahku cepet cepet . ooooooo, dia bilang. Deeeeuh mas mas untung aja ganteng, kalau gak udah keluar rutukan jelek aku heheheheh.

Sayang juga gak diperbolehkan ambil gambar di Bandara King Abdul Aziz, kalau gak sudah kufoto kali mas mas ganteng ituh.

long trip: Jeddah - Madina 6 hours (dont forget to mention flight trip 10 hours)
Perjalanan dr Jeddah ke Madinah makan waktu 6 jam kali. Rasanya lammmaaaaa banget, mungkin krn kita di pesawat juga dah 10 jam kali yah. Ditambah berapa jam pun rasanya lama banget. Mana udah malem lagi, jadilah menambah lelah mental kita. Di check point Jeddah, aku sempet kenalan sm mas Deden dari Bandung. Bilang aku chauvinist tapi kalau kita bertemu dengan org satu kampung rasanya nyamannnn sekali.

At Madina- praying time
Sampai di Madinah kalau gak salah jam setengah tiga, deeeeuuuuh badan remugggg rasanya, Bay yg baru datang dr Thailand, aku yang jam 9 pagi masih kerja.
Tapi berhubung niat kuat untuk ibadah sudah tertancap di hati, jadilah kita semua menyeret badan dan kaki ke masjid Nabawi. Cuci muka, ambil wudhu, jalan deh.

Ada satu masalah Irev lagi dapat haid. Semestinya dia tinggal di hotel tapi berhubung dia ditakut takutin sm ibu ibu yg duduk di sebelahnya pas di pesawat. Katanya jangan tinggal sendirian di hotel. Ibu itu cerita kalau temen suaminya ada yang hilang disini kemungkinan dr perjalanan dr masjid menuju hotel. Deeeeuh, ibu ibu mbok cerita tuh yang menenangkan hati.
Irev jd parno sendirian di hotel. Jadi nya ajah dia ikut ke hotel, trus duduk di selasar masjid.

Nabawi mosque: lower my head, tears in my eyes
Hati sedikit tergetar kembali melihat masjid Nabawi. Kepala kutundukkan karena tak kuasa menahan haru. Assalamualaika ya Rasulullah ya nabi Allah ya habib Allah. Aku datang lagi mengunjungimu ya Rasul. Aku rindu sekali padamu. Perasaannya mungkin seperti perasaan seorang gadis yang dipisahkan dari kekasihnya. Doa masuk masjid Nabawi diucapkan. Mengambil gelas untuk diisi dengan air zamzam ya Allah semoga Engkau berikan mata yang sehat dan ingatan yang dikuatkan.

Here I am again visiting you, ya Mohammad, my prophet
Langsung mencari posisi shalat yang nyaman. Kedua tangan diangkat untuk memulai shalat tahiyyatul masijd. Rasanya tak mampu menahan kedua tangan karena rasa haru yang teramat sangat, air mata mulai menggenang, kepala tertunduk lagi, Ya Gusti nuhun nuhun sudah Kau izinkan aku untuk mengunjungi masjid Rasulullah.


Last year was a rock to all of us, I admit your blessings for my family.
Setiap ada kesempatan ke Raudah, kulepaskan semua uneg uneg. Tergambar lagi semua fragmen kehidupanku terutama satu tahun terakhir. Satu tahun terakhir adalah masa masa yang paling berat buat kami sekeluarga. Runtuh semua pertahananku yang kubangun selama ini. Seluruh anggota badan bergetar setiap kulakukan ruku dan sujudku. Ya Gusti Allah aku mengakui semua rahmatMu, karuniaMu, anugerahMu. Alhamdulillahirabbilalamin. Nuhun nuhun ya Gusti. Hatur nuhun sudah menemani kami semua sekeluarga. Nuhun telah Kau keluarkan kami dari masalah dengan keluarga Cidahu.

Please love my dad, God, please, please....as much as he loves his kids. even more..
Sayangilah Bapak seperti Bapak menyayangi Mbak Nina, Mas Iwan, Mas Ica dan Enong dari kecil hingga sekarang. Sayangi beliau ya Allah, sayangi beliau. Jangan Engkau lepaskan rahmatMu dari beliau. Jangan jangan Engkau lepaskan. Jadikan kesabaran beliau yang kami semua anak anaknya tidak punya, penghapus dosa dosanya. Berikanlah beliau husnul khotimah ya Allah.

Lupa cerita, pulang dari shalat subuh pertama kali, cari Irev di selasar masjid, udah gak ada. Kita semua panik. Kirain dia beneran diambil orang Arab. Atau mungkin Irev yang mengikuti orang Arab atau Afrika. Irev kan seleranya cowok botak. Addddeuuuuh .
Ternyata eh ternyata ms. irev dah duduk manis di restoran lagi sarapan pagi. Deeeuuuhhh….

To be continued…….

Labels:

25 Comments:

  • At 6:08 AM, Anonymous Rina Trisnawati 021-91066210 said…

    waduuuhhhhh terharuuuu... Alhamdullilah fida bisa pergi lagi
    aku segera menyusullllll....

     
  • At 7:49 AM, Anonymous yeni rahmawati said…

    Gue nangis baca 2 paragraph sebelum paragrap terakhir hikshikshiks....sirik sekali
    yeni tak berharap jika melihat duitnya tapi keajaiban pasti terjadikan.i'll be there i know :)

     
  • At 9:46 AM, Anonymous Dian Permata Sari said…

    Haru Biru deh gue mbaca-nya... the last 4 paragraphs make my tears falling down...
    the last couple days before the departure, melihat antusias temen2 gue juga sempet iri, pengen banget join tapi ada kerjaan yang sulitlah utk ditinggalkan, walau one of my boss said: Umroh kan lebih penting (maksudnya sih emang ngeledek gue secara dia gak join ke Spore.. :-( )
    Insya Allah tahun depan.. kangen ma kalian selama kalian gak ada...
    Fid, Thanks buat doa'nya yang memang bener2 gue butuhin... it means a lot and Insya Allah i can make it... Irev, Melda welcome home...

     
  • At 12:02 PM, Anonymous hafida meutia said…

    hmmm......you are welcome.
    Insya Allah tahun depan ya. Lanjut Eropa kita abis umrah? heheheheheh

     
  • At 12:03 PM, Anonymous hafida meutia said…

    Yen, berharap keajaiban dari Allah ya. Gak ada yang gak mungkin kok. Insya Allah pasti bisa lah. yakin ya.

     
  • At 12:04 PM, Anonymous hafida meutia said…

    Teteh, hayuuu dari dulu aku ajakin pan. Bismillah yah teh. Sing dilancarkeun jalanna.

     
  • At 12:41 PM, Anonymous melda yeni said…

    duh...jago bgt seh elu menggambar suasana di sana.gw yg ikut aja jadi terharu bacanya...tp thanks ya dah follow up ajakan gw pergi umroh...kalo ga gw ga punya teman ke sana...alhamdulillah bgt gw di ksh rezki jadi bisa mengunjungi rumah allah... ya allah smoga engkau berikan kesempatan untuk bisa balik ke sana lagi..amien...

     
  • At 3:08 PM, Anonymous Irev Chaniago said…

    Gw inget waktu di kos elo nanya gini: "Fid, apa yang membuat loe sampe pengen lagi dan lagi balik ke sana(Mekkah)?". Dari jawaban elo gw masih blom yakin....ah masa sih(dlm hati gw). Tapi gw ngalami sekarang keadaan itu....apalagi kalo lagi sholat...hiks....pengen balik dan sholat di Masjid Nabawi...dan baca Al-Quran...duh tenang & bahagia rasanya. Kapan lagi ya? Ya Allah....semoga Engkau mudahkan jalan kami...hamba2mu untuk datang lagi ke rumahMu....

     
  • At 4:03 PM, Anonymous hafida meutia said…

    Makasih juga dah ngingetin gue. Pastinya jalan hidup gue kl kmrn gak jalan. Semua sudah diatur yah. Kita memang harus jalan. Gue seneng banget bs umrah sm elo dan irev. Kita sudah buktikan bahwa kita tidak hanya jalan2 yang untuk fun saja tapi bisa jg untuk ibadah kita kompak. Mudah mudahan tahun depan bisa balik yah.

     
  • At 4:07 PM, Anonymous hafida meutia said…

    Gue menangkap rasa ketakutan elo Rev, waktu itu. Gue seneng akhirnya elo memutuskan untuk pergi. Gak pernah menyesel kok umrah. Memang sudah waktunya Rev kita merecharge hati kita.

     
  • At 12:03 AM, Anonymous ivonne dm said…

    fiiiiiidddddd... paspor 3 nama maksudnya apaahhhh? pake alias2 gitu? (mahap ga ngarti, binun bacanya baru denger ada paspor 3 nama...) :) anyway slamat yaaa akhirnya nyampe lagi kesana biarpun grabakgrubuk juga :) emang kalo udah niat musti dibablas jangan kebanyakan mikir kali yaaaaaaa....

     
  • At 3:12 PM, Anonymous hafida meutia said…

    Ivonne, kalau ke Arab, nama kita musti terdiri dr 3 kata. Nama gue kan Hafida Meutia. Nah terpaksa deh ditambah jadi Hafida Meutia Milono pakai nama bokap.
    Gue gak tau apakah berlaku seluruh dunia apa kalau ke Saudi Arabia aja Von.

    Makasih ya Von. Iyya memang kalau udah niat baik gak boleh lama lama. Banyakgodaannya.

     
  • At 9:43 PM, Anonymous baron 2173 said…

    he3 mang bener ya, manusia punya rencana tuhan punya kuasa.....udah tinggal berangkat. kita cancel dech.....ada yg ngebetein di group gw. padahal gw dah ngeceng org balikpapan, se bus lagi hu hu....sapa tau jodoh gw, whuaaaa...next kita umroh bareng lagi ya fiiiiiid

     
  • At 12:01 PM, Anonymous hafida meutia said…

    Insya Allah umrah bareng ya. tahun depan kita? siapa tau orang balikpapan itu umrah lagi juga. Pakai travel mana lagi kita? travel hopper kita yah. Safira udah megacitra udah, NRA udah, apa lagi yah? ......

     
  • At 9:31 PM, Anonymous eR PL said…

    Baaannn...loe kok masukin foto jelek gw sehhh? Turun dong pasaran..huahaha..gubrak!

     
  • At 6:17 PM, Anonymous hafida meutia said…

    hahahahahaha. bagus kok bay. bagus. jangan takut. Mbok ya ngalah sm yg single kenapa?

     
  • At 3:19 PM, Anonymous ulil furry said…

    halo mbak, boleh tanya soal tour and travel umrah mbak?
    ada alamatnya? kontak? atau itenarynya? terimakash sebelumnya

     
  • At 3:40 PM, Anonymous hafida meutia said…

    boleh mbak tanya tanya. Kalau alamat NRA di buncit, telp 0217989269, Mega Citra kantornya ada di dharmawangsa Sqaure. Safira sudah tutup yang di buncit. Patuna juga bisa ditelp di 108 karena aku juga gak tau. Kantornya di Panglima Polim, Blok M.Kalau itinerarynya standard aja.Aku dah lupa mungkin bisa dibaca di blogku kayaknya urut deh. bisa diemail di hafidameutia@yahoo.com utk lebi lanjut

     
  • At 3:41 PM, Anonymous hafida meutia said…

    boleh mbak tanya tanya. Kalau alamat NRA di buncit, telp 0217989269, Mega Citra kantornya ada di dharmawangsa Sqaure. Safira sudah tutup yang di buncit. Patuna juga bisa ditelp di 108 karena aku juga gak tau. Kantornya di Panglima Polim, Blok M.Kalau itinerarynya standard aja.Aku dah lupa mungkin bisa dibaca di blogku kayaknya urut deh. bisa diemail di hafidameutia@yahoo.com utk lebi lanjut

     
  • At 3:52 PM, Anonymous ulil furry said…

    Terimakasih sekali.

    NRA recommended?

    :)

     
  • At 4:50 PM, Anonymous hafida meutia said…

    begini mbak, masing masing travel punya kelebihan dan kekurangannya. mega citra bagus di fasilitas, hotel2nya bagus2 tapi pelayanan di bandara lama. NRA semua , pelayanan bandara lumayan cepat, harga bersaing artinya murah lah. Patuna kayaknya paling bagus servicesnya, tp ya agak mahal harganya. tergantung...tp NRA boleh dicoba kok gak apa apa

     
  • At 7:07 PM, Anonymous hafida meutia said…

    SIlakan Mas Hari. My pleasure. Sukses selalu dengan NRAnya.

     
  • At 9:13 PM, Anonymous Hari Prasetyo said…

    Terima kasih mbak Fida

     
  • At 2:49 PM, Anonymous yusyi nooryasyini said…

    love to read your blog... particularly at the last paragraph... pengen banget bisa umroh di bulan ramadhan. semoga gak bingung lagi (karena keterbatasan yang InsyaAllah mengharap keluasan dari Allah SWT dan mohon kemudahan2 jika memang diperkenankanNya...) Amiiin.. doakan ya sista. Salam kenal, Yusyi. Thanks banget udah mau shared pengalaman memantapkan hati untuk berumroh-nya. :)

     
  • At 4:54 PM, Anonymous hafida meutia said…

    makasih jaa mbak Yusyi udah mampir di blogku. Insya Allah mbak pasti bisa umrah pas ramadhan. Aku percaya banget dengan kekuatan pikiran mbak Yusyi :-). Ayo semangaaaat.

     

Post a Comment

<< Home