housewarming selametan

sudah satu bulan ini irev dan fida tinggal bersama di rumah baru. Saya menyebutnya rumah kampong karena memang rumah ini terletak di perkampungan padat penduduk. Buat Fida ini adalah pertama kalinya tingal di rumah kontrakan (dari mulai SM selalu ngekost dan tingal di perumahan padat penduduk. It's a challenge tapi saya menikmati hiruk pikuknya sampai sejauh ini.
Kemarin baru bisa selametan rumah kampongnya. Seru banget temen temen banyak yang datang. Beberapa teman baik yang sempat menghilang menyempatkan untuk hadir. Terharu rasanya.
Mudah mudahan di rumah kampong ini kami kerasan, bawa banyak kebaikan, rejeki, dan jodoh pastinya buat irev dan fida. Jadi inget pas pak haji membacakan doa, pas bagian doa mudah mudahan enteng rejeki, aminnya pelan. Pas bagian jodoh, satu deretan panjang yg terdiri dari gadis2 single langsung menjawa serentak dengan kenceng: amiiiiiiiin. hahaha it was hilarious.
Sampai saat ini kami masih menikmati makanan sisa selametan kemarin dan beberapa hantaran dari temen temen yang tersisa.
We may forget who brought what as oleh oleh but the warmth feeling they gave us yesterday will remain in our hearts for a very long time (as I don't like term forever). We are so blessed. Very much grateful for having so many good friends around us. I maybe clueless and clumsy but I have friends who love me.
A day spent with friends is indeed a day well spent.
The Guest House from Rumi
This being human is a guest house.
Every morning a new arrival.
A joy, a depression, a meanness,
some momentary awareness comes
As an unexpected visitor.
Welcome and entertain them all!
Even if they're a crowd of sorrows,
who violently sweep your house
empty of its furniture,
still treat each guest honorably.
He may be clearing you out
for some new delight.
The dark thought, the shame, the malice,
meet them at the door laughing,
and invite them in.
Be grateful for whoever comes,
because each has been sent
as a guide from beyond.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home