for keeping my mouth shut

Wednesday, July 16, 2008

'Dont they know it's Friday?'




There is not much left to tell in Jeddah. Other than that my plane was delayed for 11 hours!

The last time I had this was in 2003, in the Netherlands. We were being sent to a hotel nearby Schiphol, stayed there for one night and we even got some cash from KLM hehehe. 300 euro. I didnt mind then to have another delayed hehehe.

Anyway, Nordin felt sorry for us so he drove us around Jeddah. He showed us the old district of Jeddah and told us some interesting stories about Saudi and its people.

The Arabics go home in the afternoon around 1 o'clock and then they come back to the office around 4 o'clock and work until 8 pm.
They are free on Thursday and Friday. In Saturday and Sunday they go to work.

There is one book titled " Don't they know it's Friday" . Sort of a guide book for people who want to have business in Middle East countries or to do business with Middle east people.

Women can't eat in a restaurant. Well they can if the restaurant has a 'family section' and there are not many restaurants with that facility. Women don't drive.

and some other stories but better not reveal them all here as some stories are sensitive to share :-).

Saudi chapters: OUT!!

Labels:

Wednesday, July 09, 2008

Pertama kali: minum susu unta :-). Please dress properly and no perfume!!




Kota ini adalah kota haram Mu, Kota aman yang teramat ku rindu,
Maka dengan lindungan Mu, Hindarkan kulit, daging, bulu.
Dan seluruh bagian tubuhku, Dari ganasnya bara neraka Mu.


aduh gak tau musti nulis dalam bahasa Indonesia atau inggris yah. Gak jelas moodnya. Sebetulnya janji sm seorang temen buat nyeritain semua pengalaman di Saudi ini tapi apa daya pengalaman batin religius gak bisa diungkapkan lebih baik dengan bahasa ibuku. I hope my pictures speak themselves

hmmmmm..... perjalanan Madina ke Makah memakan waktu kurang lebih 5 jam. Harus diakui perjalanan siang hari lebih ringan dibandingkan dengan perjalanan malam hari walaupun dengan jarak tempuh yang sama.
Sekitar setengah jam lepas dari Madina, kita berhenti di Bir Ali untuk mengambil miqat, permulaan untuk merapatkan hati dan niat berumrah.
Ada satu hal yang sedikit mengganggu waktu di Bir Ali. Dari hotel Bay bilang nanti kalau ambil wudhu, rambut tidak boleh kelihatan lagi, so, ambil air wudhu untuk kepala, tangan diselipkan ke dalam kerudung. Setelah dalam keadaan berihram pun, tidak boleh buka kerudung dan kelihatan rambutnya di depan siapapun. Orang lain tidak boleh selain kita tidak boleh lihat. Hmmmm....dari situ aku sudah mulai keras. Masa bahkan dengan sesama perempuan pun tidak boleh kelihatan aurat...hmmm....ya sudahlah pikirku aku terima ucapannya Bay. Walaupun dalam hati aku sudah ancang ancang mencari tahu lebih banyak tentang hal ini kalau nanti tiba di Jakarta. Biasa...penasaran.....

Pas di Bir Ali, aku ikutin dong apa kata Bay. Nah pas membasuh kaki, kaus kaki aku buka dong seperti biasa. Baru selesai wudhu, Melda mendatangiku dan bilang Fida kaki gak boleh kelihatan juga. Terus aku tanya Melda bagaimana caranya ambil wudhu tapi kaki gak kelihatan. Ya dengan kaus kakinya nyucinya, begitu kata ustazdnya. Whaaatttt???? Dari mana dasarnya itu? Sifat kerasku mulai keluar walalupun gak kutunjukkan saat itu. 1. keberatanku kalau memang kaki gak boleh kelihatan, mustinya tangan juga dong, sekalian aja pas cuci lengan, lengan baju gak boleh digulung, kan gak boleh keliatan. tangan kan aurat juga kan. 2. Yang bener aja masa aturannya kayak begitu. dengan kaus kaki basah, kita masuk ke bis yang ber ac trus di jalan selama 4 jam an dengan kaki basas gitu????? No way!!!! gak masuk di akalku. Maaf Tuhan, aku masih keras kepala tapi mudah mudahan ada yang mau menjelaskan kepadaku mana aturan yang betul. Islam seharusnya tidak memberatkan begitu selalu prinsipku dalam menjalani kehidupanku sebagai seorang muslimah :-)


Kembali ke bis, niat umrah bareng bareng. Sesaat sebelum mengucapkan niat, Irev masih sempet sempetnya pakai pelembab di mukanya. Padahal saat itu Pak Zul, guide kita, sudah mengucapkan niat umrah. Deuuhhhhhhh, reeevvv, miss hygienic miss ribet, plis deh ah. Setengah teriak aku, irev, ini udah mau niat, gak boleh dandan lagi kaaaaan. Itu lotion masih nempel di mukanya belum disapukan ke seluruh wajahnya. Deeuuuuuhhhh….

Setelah niat diucapkan, talbiah Labbaik Allahumma labbaik dilantunkan.

Otak iseng di kepalaku muncul. Pas denger Pak Zul melafalkan talbiah, aku membatin, uuuh bapak ini suaranya gak enak melafalkannya, kurang merdu :-)
Tapi tetep kok kalimat talbiyah itu tetep membuat sesek dadaku. Karena tidak mengerti bahasa Arab, jadi setiap kali berdoa disana, yang masuk dan mengena dalam hati tentunya bahasa ibuku.
Dalam teriknya tanah Saudi, terucapkan lirih:

Kupenuhi panggilan Mu , Ya Allah. (La baik Allahumma Labaik..)
Kupenuhi panggilan Mu. Kupenuhi panggilan Mu, Ya Allah. (Labaik alaa Syarikalakalabaik)
Tiada bersekutu Duhai Allah,
Segala puji, nikmat dan syukur adalah kepunyaan Mu.

Karena beruntung bisa duduk di dekat jendela, kepala kuhadapkan ke arah jalan supaya dikira menikmati pemandangan padahal air mata perlahan berlomba lomba jatuh di pipi sembari mengucapkan talbiyah. Ya Gusti, aku datang kembali memenuhi panggilanMu. Banyak sekali yang pingin kuadukan kepadaMu.

Setelah mengucapkan talbiyah beberapa kali, sebagai putri tidur, ketiduran pastinya tak mungkin absent dalam ritme tubuhku :-))

Bangun liat masih gurun pemandangannya, tidur lagi, bangun lagi gurun lagi, tidur lagi :-))

Terakhir kali bangun hari sudah gelap, sudah waktunya bangun dan kembali melafalkan talbiyah. Mendadak teringat seseorang yang sangat aku sayangi, hati ini jadi terusik lagi, ik mis hem heel veel. Bertanya tanya apakah dia juga memikirkanku, apakah dia merasakan kerinduan yang sama denganku. Ya Allah ridhai aku untuk sabar dan ikhlas dengan semua cobaanMu. Jadikan sabar dan ikhlas ini penebus dosa dosaku.

Intremezzo dengan perasaanku, kembali mengucap talbiyah. Dari kejauhan sepertinya kami mulai memasuki peradaban :-) Tampaknya sudah akan memasuki kota Makah. Batas suci sudah mulai kelihatan.

Doa memasuki kota Makah dipanjatkan

Kota ini adalah kota haram Mu, Kota aman yang teramat ku rindu,
Maka dengan lindungan Mu, Hindarkan kulit, daging, bulu.
Dan seluruh bagian tubuhku, Dari ganasnya bara neraka Mu.


Pak Zul mengingatkan kita kalau pak supir akan berusaha memakirkan bis di halaman hotel tapi kalau tidak diizinkan kita harus sedikit berjalan menuju hotelnya. Alhamdulillah bis diperbolehkan masuk ke depan hotel.
Makan sebentar, ambil wudhu lagi kemudian kita siap siap untuk ke masjidil haram.

Melangkah pelan bersama rombongan sekitar 20 orang dan 1 orang guide buat memimpin doa. Campur aduk perasaanku saat itu. Antara sedikit rusuh karena hrs tunggu bay dan irev yg lama ke kamarnya menyebabkan kita ketinggalan rombongan dan hrs gabung dgn rombongan lain (manusiawi sekali :-))) gugup dan takut mau melihat kabah lagi. Banyak lah.

Sedikit kekacauan terjadi, kami berempat dari bis 3 belum shalat magrib dan Isya, sementara rombongan yg kami ikuti ini dari bis 2 yang semuanya sudah shalat maghrib dan isya. Awalnya kami berempat berpendapat tdk masalah kl umrah dulu br nanti shalat maghrib dan isya sendiri. Tapi guidenya bilang, gak apa apa yang belum shalat, shalat saja dl krn nanti kl shalat sehabis umrah biasanya capek. Ok tak apa apa juga buat kami, kami hargai niat baiknya memikirkan kami. Eh begitu masuk masjidil haram, guide itu bilang, bagaimana kalau kita umrah dulu. Hallooooo……. We told you it was fine with us. Sekarang berubah lagi..Piye toh. Sakarepmu wae lah mas.

Masuk masjidil haram, jalan beberapa langkah, tampaklah Ka’bah berdiri tegak kokoh anggun misterius dengan kain bludru hitam mengkilat dihiasi dengan benang benang keemasan yang melingkar mengelilingi Ka’bah.

Ya Allah tambahkanlah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini. Dan tambahkanlah pula pada orang orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya di antara mereka yang berhaji atau yang berumrah padanya dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kebaikan.

Kaki kami semua kemudian perlahan menuruni anak tangga menuju pelataran Kabah bergabung dengan jamaah yang lain untuk melakukan thawaf.

Memang berdoa dalam bahasa ibu lebih mengena di hati. Satu tangan mengenggam mukena Melda kuat kuat takut terlepas dari rombongan, satu tangan lagi memegang buku doa. Kepala menunduk menyembunyikan air mata yang perlahan mulai menetes. Pokoknya sepanjang thawaf maning maning mewek :-). Kecuali sai krn sudah mulai capek dan mungkin jg sudah bisa menguasai diri atau juga karena berada sedikit jauh dr Kabah.

Setelah selesai thawaf, langsung ambil posisi untuk shalat sunnat di multazam. Mulai deh mewek lagi :-). Seperti ada tarikan energy untuk mengakui kelemahan kita sebagai hamba Allah di depan Kabah. Sengaja mata tidak melihat ke bawah sewaktu shalat karena memuaskan mata untuk melihat Kabah yang selama ini cuma dilihat di sajadah panjangku. Kutatap Kabah nan anggun dan misterius itu, hati bergetar, air mata mengalir lagi. Nuhun Gusti sudah dipanggil lagi kembali lagi kesini.

Kusampaikan juga doa titipan teman teman: Icung yang minta segera diberikan keturunan, Dian kesehatan dan rezeki untuk mengunjungi tanah suci ini juga doa untuk kedua orang tua dian, doa titipan mas Ica mudah mudahan masalah keluarga kami diberikan penyelesaiannya dan dilancarkan rencana pernikahannya, Baron minta dipanggil ke tanah suci. Qinoy yg titipan doanya satu halaman penuh, doanya mbak lela juga. Dan doa doa dian, inda, baron kinoy yang juga minta diberikan jodoh :-). Pastinya gak lupa doa buat kesehatan Bapak dan minta Allah menjaga dan menyayangi Bapak.


Hari ketiga
Waktunya ziarah kota Makah: Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Rahma, Muzdalifah, Arafah Mina.
Tidak begitu banyak yang kuingat dari ziarah ini. Biasa lemah otak hehehehe.
Cuma satu hal, jadi pas di jabal tsur, Pak Zul menerangkan kalau di kejauhan ada titik putih yang tampak itu adalah orang orang yang sedang menapak tilasi perjalanan Rasulullah. Semua orang mencari cari titik titik putih yang dimaksud Pak Zul tapi tak nampak. Padahal saat itu memang lagi tidak ada peziarah yang menuju bukit Tsur itu. Hahaha Pak Zul sebagai guide yang berpengalaman tampaknya sudah refleks saja menceritakan itu tanpa mengecek apakah pada saat itu memang ada orang orang yang dimaksud beliau hehehe.

Kemudian pas di Jabal Rahma bingung liat tulisan nama nama pasangan pasangan sudah memenuhi setengah tugu yang disebut jabal rahma itu. Kalau mau tulis juga bingung juga fida dengan siapa dong. nanti kalau tulis satu nama yang aku mau , kata Allah: maksa kamu, hihihi. Gak berani ah, doa saja minta dimudahkan proses dipersatukan secara halal dengan jodohku. Kalau masih sukar dimudahkan, kalau masih jauh didekatkan, kalau masih haram disucikan. Dibukakan hati jodohku buat aku dan dibukakan hatiku buat jodohku juga. Amin. Gak berani minta lebih.

Selepas dari jabal rahma, menuju masjid ji’ronah untuk ambil miqat untuk umrah kedua.
Sayang aku sudah dalam keadaan haid, jadi gak bisa umrah lagi

Hari ini juga janjian sama Nordin untuk pergi ke peternakan unta.. uuuhhh exciting….Bagaimana caranya memperkenalkan Nordin…hmm…. Nordin ini temannya Imam, Imam ini guideku waktu pertama kali umrah tahun ‘02. waktu itu yang umrah aku dan rini aka icung, adiknya bay. Nah karena technology yang sudah demikian canggihnya, silaturrahmi dengan Imam tetap terjaga. Dari beberapa kali chatting dengan Imam, Nordin ini suka nimbrung juga. Ngobrol sana ngobrol sini, temen yang enak buat ngobrol. Akhirnya pas taun ‘03, aku kembali lagi umrah kali itu bersama kakakku, I met him in person di Jeddah di red sea hotel tepatnya. Sebelum atau sesudahnya gt, juga pernah ketemu beliau dan temannya, Lukman, di Jakarta.

Sekarang secara resmi Nordin kuperkenalkan. Nama lengkapnya Nordin Hidayat, asal Cimahi. Email: nordinhidayat@yahoo.com. Nordin sekarang berafiliasi dengan ESQ umrah tour dan ingin diperkenalkan sebagai public relation (lupa bahasa arabnya, punten wae lah) ESQ.

Intermezzo mulai
Nordin promosi umrah bareng ESQ ke aku. (kejadiannya setelah aku umrah ini, sdh kembali ke jakarta).
Katanya begini: Fida, aku bayarin kamu dulu umrah dengan ESQ ( fyi, biaya umrah dgn ESQ USD 1800 saja!!), kalau kamu tidak mendapatkan something, kamu tak usah bayar. Tapi kalau kamu mendapatkan something…gak ada terusannya (gantiin duit gue maksudnya heheheh).
Aku bargain sm Nordin. Begini Din. Aku bayar tiga perempat kalau mendapatkan something itu. Dan kuganti full kalau aku mendapatkan something itu dan jodoh. Bagaimana? Hehehehehehe.
Ps: Nordin yang mengingatkan aku: Fida, Allah itu lebih dekat bahkan dr urat nadi kita sendiri. GLEK!!!! Dalemmmm euy…..
Intermezzo selesai!!

Janjian jam 4 sm Nordin, molor satu jam, biasa perempuan!! Biarpun sudah dipasang papan pengumuman elektronik oleh pemerintah Saudi untuk tidak menggunakan perfume dan please dress properly, tapi tetep kalau mau jalan jalan harus pakai perfume yang wangi!! Pernah diingatkan ibu ibu di Madinah kalau baju kita, apa aku aja yah, menerawang heheheh :-)

Janji Nordin adalah kami berempat diajak ke tempat yang unik yg belum kukunjungi dan yang tidak ada di Indonesia. Akhirnya jadilah kami dijanjikan akan ke peternakan unta, makan daging unta, semuanya serba unta (begitu janjinya!!!!).

Janjian di bin dawood, nunggu Nordin ambil mobil, foto foto di depan resto Hilton Makah secara kita gak mampu tinggal disitu. GAK PENTING banget yaaa!!

Begitu mobil tancap gas dan melesat meninggalkan kota Makah, kita mulai bercanda yang gak jelas begitu. Biasa bejanda ala jomblo2 yang ngasal. Kubilang begini, kalo di jakarta nih din, temenku pasti akan pura2 pegang hpnya dan ngomong: ya om baik om, sedang dibawa nih om, kamar nomor berapa om? 374 ya? Baik om baik baik. Hahahahah secara dia bawa cewek empat di satu mobil. hihihi
Sabar ya Nordin… tabah ..tabah. Lama lama becanda, kita baru sadar kok ini gurun pasir gak selesai selesai yah. Kapan selesainya siiiiii. Langsung kecurigaan mengarah pada Nordin, mau dibawa kami, tolooooongggg, ayo ngaku. Mau dikasih sama orang arab yah kikikikik. Di sepanjang jalan itu, tiap pas pasan sama mobil, kami dilihatin sm orang orang arab. Pasti mereka semua berpikir beruntung sekali bapak ini punya istri 4, cantik cantik nian aiiihhh……..wa dezig!!!!

Di perjalanan Nordin memutar lagu pop timur tengah yang berjudul Nasseny el Donya dinyanyikan oleh Ragheb Alama. Awalnya kita pikir ini lagu biasa ajah tapi karena dalam hati sudah bertekad untuk menyelami kehidupan orang Arab ya sudahlah kami berusaha mencari tahu lebih banyak tentang lagu ini. Kami tanya apa pesan lagu ini. Nordin bilang begini: ini lagu dahsyat banget. Ya apa dong artinya, tanyaku lagi. Kata Nordin: pesannya: gue itu sudah kehabisan kata kata buat menyatakan cinta gue sm elo. Gue musti ngomong apa lg sih sm elo. Ooooh, seru kita semua. Trus arti judulnya apa tanya kita lagi. Nordin bilang: gue sampai lupa dunia..oooooh kata kita serempak. Secara yah bahasa arab kita nol… Itu lagu makin lama dan sering didengerin makin enak. Sampai besok besok di Jeddah dibawa lagi jalan jalan sm Nordin, kita request lagu itu terus terusan. Heheheh jangan salahkan kami ya Nordin. Kau yang meracuni kami semua heheheh.

Oh ya di perjalanan aku melihat ABN AMRO Bank ala Arab Saudi. Hihi lucu banget.

Nordin cerita bahwa pembangunan yang sedang diadakan oleh pemerintah Saudi Arabia ini diperkirakan akan selesai dalam waktu 5 tahun. Semua bangunan yang berada di ring 1 deket Masjidil Haram akan dihancurkan dan dijadikan pelataran Haram. Hotel Hilton yang megah itupun akan pindah juga. Sayangnya aku lupa tanya ke Nordin bagaimana dengan nasib para pedagang pasar seng. Apakah nasibnya sama dengan pedagang di Indonesia yang terkena penggusuran. Rencananya kota Makah akan dibuat setertib dan sebersih Madinah. Kita lihat nanti. Terus terang ada satu hal yang sangat menganggu mataku di kota Makah yaitu banyaknya peminta minta yang berasal dari Afrika. Dan Masya Allah hampir 70% dari mereka tangannya buntung, anak anak juga! Kadang kadang suka terbersit dalam pikiranku kalau mereka adalah orang orang yang pernah ketahuan mencuri sehingga harus merelakan tangannya dipotong.

Kalau melihat banyak anak kecil yang juga sudah cacat, aku jadi sempat bingung pada awalnya. Apakah hukuman potong tangan juga diterapkan kepada anak anak kecil. Jawaban itu sedikit terjawab ketika salah seorang guide kami bercerita bahwa hukuman potong tangan hanya diberlakukan bagi akil balik, kepada anak anak tidak diperlakukan hukuman tersebut. Jadi beberapa tahun lalu pernah ada kejadian besar dimana sebuah keluarga Arab kehilangan anaknya yang masih balita. Beberapa tahun kemudian, keluarga ini umrah di kota Makah. Sang ibu melihat seorang peminta minta anak kecil dengan tangan yang sudah buntung. Ibu itu langsung menangis karena teringat anaknya yang hilang yang kalau masih ada pasti lah seumuran anak tersebut.
Ibu itu mengabaikan anak itu dan tetap melanjutkan umrahnya. Setelah menyelesaikan umrahnya, ibu itu kembali bertemu dengan anak tersebut, anak itu menangis di hadapan ibu tersebut dan mereka berdua pun menangis. Subhanallah karena izin Allah ibu tersebut memeriksa tanda lahir yang ada di anak tersebut dan alangkah terkejutnya beliau ketika mendapati bahwa birthmark anak tersebut sesuai dengan birthmark anaknya. Ibu itu kemudian melaporkan kasus ini ke kepolisian Saudi dan gegerlah Saudi dengan kasus ini karena anak tersebut ketika hilang dalam keadaan normal tidak ada kekurangan apapun juga. Gak tau deh apa cerita ini benar atau tidak.
Tega mereka melakukan hal tersebut demi mendapatkan belas kasihan jamaah yang datang mengunjungi tanah haram. Gak habis pikir aku sampai sekarang.

Setelah ngobrol ngidul, akhirnya sampai jugalah kami di peternakan unta. Hmmm…tidak nampak seperti peternakan unta. Unta iya ada beberapa, tapi tidak seperti yang kubayangkan peternakan sapi di kampungku sukabumi. Peternakan untanya di pinggir jalan raya, di tengah gurun antah berantah. Ada 2 peternakan unta yang dimiliki oleh dua orang yang berbeda. Pemiliknya dua duanya orang Afrika. Konon katanya memang cuma orang Afrika penggembala unta karena cuma mereka yang tahan tinggal di bawah terik panas gurun sahara!

Sebelumnya dikasih tahu sama mas Imam kalau khasiat susu unta antara lain bikin putih kulit. Aku percaya aja lah, mau dibilang apa juga gue mah percaya aja. Pas aku tanya Nordin, dia ketawa ngakak. Kutttuuu!!!!! Gue ditipu mentah mentah sama mas Imam.

Cara memerah susu unta adalah, susu si induknya harus dipancing dulu oleh anak untanya supaya keluar. Jadi gak bisa serta merta gitu aja keluar kayak sapi.
Itu susu yah begitu dah didapat ditaruh di baskom dan susunya itu berbusa (lihat gambar) buangeeet. Aku sama anak anak langsung eneg begitu lihat busa susu ituh. GLEK!! Masa suruh minum susu gitu siih iiieeeuuwwwww. Susu yang masih berbusa itu dipindahkan ke baskom lain supaya pisah dari busanya. Jadi yang didapat susunya saja tanpa busanya.
Tapi Nordin dasar tukang kompor hebat, dia berhasil meyakinkan kita kalau susu itu enak, tidak amis, tidak berasa dan berbau. Seperti santan kok, begitu katanya. Huuuuuuh. Bismillahirrahmanirrahim glek glek glek…..ternyata memang tidak berbau dan tidak amis. Aneh bin ajaib. Disitu sih emang gak bau. Rasanya kayak susu sapi yang sudah dimasak kok. Tau deh apa kayak santan karena gak pernah nguyup (minum-red) santan sih Din.

(Pas di hotel Jeddah, makan yang ketiga kalinya berasa juga untanya hahahahahaaha. Wis ben dah kepalang tanggung. Obat bikin kulit jadi putih hihihi. Tiap habis minum susu itu,aku pasti mencret mencret, kata mas Imam itu artinya aku punya penyakirt dan susu itu meluruhkan penyakitnya. Tau ah. Bodo. Gak percaya lagi. Iya sakit! Sakit hati! Heheheheh)

Semua nyobain susu unta. HARUS!! Melda yang gak suka susu pun kami paksa minum. Dengan alis sedikit nyureng, mulut sedikit monyong, tangannya merengkuh baskom berisi susu unta. Yang ada lidahnya doang yang kena pinggiran baskom. Cep cep lidah Melda mengecap susu untanya. Iyya, udah, ya gak amis katanya hahahaha. Untung Melda gak muntah.

Sudah selesai minum susu untanya, kami mendapatkan bonus beberapa botol kecil susu unta dan satu plastik besar susu unta untuk dibagikan sama jamaah jamaah yang lain.

Setelah selesai bertransaksi susu unta, kami kembali ke mobil, entah kenapa Nordin bergerak menjauhi jalan bukannya langsung memutar mobil ke jalan raya. Terjadilah bencana itu, mobil kami stuck di pasir!!!! Melda kemudian mengambil alih kemudi, sementara Nordin dan tukang susu unta tadi mencoba mengeluarkan mobil dari pasir. Digas, bukannya malah keluar bannya tapi malah semakin dalam rodanya terperosok ke dalam pasir. Deeeuuuuhhhhh gusti, apa pula ini? Jadi inget pengalaman mobil stuck tahun lalu tapi bukan di gurun pasir melainkan di salju di Alsace, Perancis. Waktu itu aku dan momo dibantu pemilik hotel untuk mengeluarkan mobil dari kepungan tentara tentara salju :-) Ach ach fida, selalu aja kena kesialan heheheh.
Awalnya aku, irev masih ketawa ketawa foto lama lama jiper juga. Kepikiran deeeuuuuh pasti ini gara gara ngomong ngasal deh. Hihi. Kepanikan melanda kami semua. Kebayang harus spend the night at the desert. Huuuuu don’t want to. Semua tampak sibuk berdoa dan minta ampun sm Allah :-)
Tiba tiba datanglah sang juru selamat, sebuah mobil land rover hitam gagah yang berisikan satu keluarga yang habis kembali dari berpiknik tampak mendekati kami. Para penumpangnya mendekati kami, pertama masih berusaha mendorong mobil tapi ketika tampaknya sia sia, barulah mereka mengeluarkan seutas tali untuk menarik mobil kami. Satu..dua…tigaaaaaaa. yessssss akhirnya bisa juga si putih keluar dari kepuingan tentara tentara pasir. Pfuuuiiiihhhhh. Akhirnya. Masih banyak orang baik di Saudi ternyata.

Di mobil berusaha untuk tidak sengocol pas waktu pulang tapi tetap masih terdengar suara cekikikan kecil menahan tawa.
(Sebenarnya inilah ketakutan kami berlima, dian, yolla, irev, melda dan aku, waktu di jakarta. Kalau kita berlima umrah takut gak bisa nahan becandaan yang kadang kadang kelewatan kl kita berlima kumpul. Akhirnya kejadian betulan kan. Itu padahal tim nya berkurang dedengkot dedengkot gilanya loh. Tinggal yang alim alim aja yang jalan heheheheh. Apalagi kl nanti ada dian dan yolla deeuuuuh gak kebayang gimana ancurnya umrah kami. Allah pasti geleng geleng kepala deh. )

Ayo DJ Nordin mainkan lagu kesukaan kami yang kau ajarkan kepada kami. Lagu Nasseni El Donya pun terdengar kembali. (Nanti aku upload deh lagunya ya). Biar saja lagu ini sudah lewat masa hitsnya. Lagu ini hits 2007 awal katanya. Bodo amat.

Untungnya perjalanan pulang menuju kota Makah berjalan smooth. We were trying sooo hard to act normal :-)

Say goodbye sm Nordin krn dia sudah punya janji. Anak anak ke masjid, aku di masjid saja krn msh halangan. Agak agak scary tinggal di hotel sendirian krn sebelumnya pas lg di hotel sendirian, dengerin Ipod, tiba tiba di salah satu lagunya Stevie Wonder ada kedengeran suara hihihihi di telinga gue. Sumprit deh gak boong. Agak2 parno dengerin ipod di hotel sendirian jadinya hehehehhe. Salah sendiri yeee di Makah dengerin Ipod bukannya denger orang ngaji :-p

Habis shalat Isya, aku punya janji ketemuan sama mas Imam. Mas Imam seperti yg sdh aku ceritakan di atas, guideku pas umrah pertama kali. Nama lengkap Imam Turmudi, asal Ponorogo. Email iturmudi@yahoo.com. Sampai saat ini masih merupakan guide favoriteku (plus Nordin juga deh skrg). Ngakunya sudah mau jadi ustadz tp males nganggap dia ustadz habisnya seumuran hihihi. Mas Imam berafiliasi dengan Patuna dan he is a really good PR for Patuna. (so, skrg bingung umrah berikut sm ESQ atau sama Patuna? Hihihihi ESQ dibayarin Nordin, Patuna dibangunin mas Imam kl shalat biar gak ketinggalan shalat lagi kayak di Madinah plus suaranya bagus jd nanti kl melantunkan talbiyah enak….hmmm….pilihan berat :-)).
Dian, mas Imam satu kampung sama elo mustinya elo umrah sm patuna tahun depan hehehehe.

(Masih inget pas umrah kedua, aku cuma sms mas Imam kl mau umrah sm kakakku, nyebutin travelnya dan berangkatnya kapan. Selama di Saudi sana udah gak kontak2 lagi, krn gak bawa handphone juga.
Pas lg thawaf, lg enak enaknya baca doa satu tangan megangin kain ihram kakakku, tiba tiba kayak ada nyenggol aku, dalam hati bilang uuuuh ganggu ajah, kulanjutkan lagi baca doanya, eh tiba tiba kok disenggol lagi, uuuh iseng amat sih, pas tengok ke belakang taunya ada sesosok wajah yang kukenal lagi senyum senyum gak berdosa. Mas imam lagi mimpin umrah jamaah patunanya. Kaget bukan main waktu itu. Pokoknya waktu itu berasa dipelototin Ka’bah gede hitam itu deh, nunduk aja gue mah punten ya Allah…..Hihihi yang ada sepanjang ngelilingin Ka’bah itu kita nyengir nyengir gak jelas. Gak mungkin jg kan kita ngobrol akrab di depan Kabah kayak teman lama gak ketemu hahahahaha bisa bisa dikibas kiswah Ka’bah kami hihiihi.)

Setelah shalat Isya, akhirnya ketemuan mas Imam bersama temannya Solihun. Kita berempat dibawa ke mal zamzam. Mal paling baru tampaknya di Makah. Mal ini lain dr mal mal yang ada di Makah. Ini mal kayak mal mal di Jakarta. Toko tokonya pun jualan baju baju yang sama kayak di Jakarta dengan brand GAP, Next, dll. Bingung kami lihatnya, kapan dipakainya baju baju ini pikir kami. Karena baju bajunya yang terbuka terbuka gitu persis sama dengan baju baju yang dijual di Jakarta. Binun aku sungguh binun.

Diajak ke tempat beli sajadah, tasbih, dan perfume buat bapak. Di tempat perfume, selain beli parfume, malah terjadi transaksi pemindahan ringtone arab dengan penjualnya hehehehe.

Pulang dari mal zamzam sudah lumayan larut buat kami tapi tidak tentunya buat warga Arab yang memang baru beraktifitas malam hari. Masih banyak orang lalu lalang di masjidil haram. Orang orang yang berusaha mengumpulkan seserakan pahala dan ridha dari Allah.

Hari terakhir di Makah
Hari terakhir di Makah, teman teman yang lain sudah pergi ke Masjidil Haram. Aku ditinggal di hotel. Aku berdialog sama Allah. Ya Allah izinkan aku melakukan thawaf wada. Ridhai aku ya Allah. Mandi kemudian langsung ke Haram. Untungnya waktu itu belum begitu terik. Bismillahirrahmanirrahim, kumulai putaran pertamaku.

Ya Allah ini rumahMu. Rumah yang begitu Engkau cintai. Engkau datangkan aku kembali mengunjunginya lagi. Nuhun Gusti. Semoga Engkau berikan kesehatan dan rejeki untuk kembali kesini.
Wahai Engkau Gusti yang menutupi aib aib, kutundukkan kepalaku, kutunjukkan kelemahanku. Engkau lah penggenggam hidup kami. Sayangilah aku, keluargaku dan teman temanku, perbaiki kami semua. Jangan Engkau palingkan kami darimu setelah Engkau limpahkan rahmatMu pada kami. Berikan kami ilmu yang bermanfaat, hati yang khusu, dijauhkan dari penyakit hati, dan lidah yang selalu mengagungkan namaMu.
Ya Gusti, jangan jadikan kunjungan ini kunjungan yang terakhir. Jika ini kunjungan terakhirku, maka gantilah surga untukku, dengan rahmatMu ya Gusti. Kembalikan kami kepada keluarga kami dalam keadaan selamat. Nuwun sewu, matur nuwun aku pamit pulang ya Gusti.

To be continued: Jeddah chapter

Labels: , , ,

Friday, July 04, 2008

Aku malu......




Sebelumnya makasih buat reaksi temen temen. Jangankan kalian yang baca blogku, aku saja yang baca blogku sendiri dan baca reaksi kalian masih suka sedih.

Inilah umrahku yang paling membuat aku terharu. karena sudah terlalu banyak dosa dan khilaf pastinya :-).

Selama 5 tahun ini aku begitu sombong untuk mengelilingi belahan bumi tapi tidak pernah mau kembali mengunjungi Mekah dan Madinah. Rasanya Tuhan harus menamparku dulu supaya aku mau datang sowan ke rumahNya.


Entah kenapa di Madina aku sering sekali terharu, ke Jabal Tsur, ke Jabal Uhud. Terbayang di kepalaku beratnya perjuangan Rasul zaman dahulu. Sementara kita sekarang umatnya sudah tinggal menikmati hasil perjuangan beliau. Dan dulu aku bisa dibilang paling males kalau disuruh baca shalawat nabi. Aku pikir kenapa sih aku musti baca shalawat nabi. Enak sekali ya Rasul banyak yang bacain shalawat. Begitu pula dengan keluarga dan para sahabatnya.
Duuuhh Gusti…Makanya kalau ke Madina aku selalu sedih karena pernah punya pikiran seperti itu terhadap Rasul, selalu merasa sangat berdosa. Padahal Allah saja teramat sangat mencintai Rasulullah. Punten ya Rasul puntennnnn.
Mungkin itu juga penyebabnya kenapa setiap aku datang ke Madina, masuk masjid Nabawi dan mengucap salam kepada Rasulullah selalu tercekat kerongkonganku, aku malu!

Surat Al-Insyirah
Di Madina, sering tergambar jelas di kepalaku masalah yang harus dihadapi bersama keluargaku setahun yang lalu. Ada satu surat yang selalu aku baca berulang ulang. Surat Al Insyirah. Surat yang aku baca berulang ulang bahasa Indonesia, karena buatku lebih mengena karena aku gak bisa bahasa Arab. Begini terjemahannya.

Bismillahirrahmanirrahim
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad),
Dan Kami meringankan bebanmu yang berat,
Yang memberatkan punggungmu
Dan Kami tinggikan namamu.
Maka sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan, sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan.
Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah (urusan yang lain) dengan sungguh sungguh, dan hanya kepada Tuhanmu hendaklah engkau berharap.

Itu aku baca berulang ulang dan di bagian Maka sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan, sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan,…. dan hanya kepada Tuhanmu hendaklah engkau berharap…. itu aku baca berpuluh puluh kali meyakinkan diriku akan janji Allah. Sambil sesenggukan tentunya :-).

Allah menegurku untuk mengakui semua nikmatNya dan anugerahNya dan juga untuk percaya akan janji janjiNya. Sering lupa aku untuk berterima kasih sama Allah. Yang ada hanya minta minta lupa untuk mengucap syukur, lupa untuk minta maaf untuk dosa yang telah aku perbuat.

Hari terakhir di Nabawi
Pagi hari di hari terakhir, kita berusaha datang lagi ke Raudah, dari sejak semalam, hati sudah galau karena kesedihan, besok sudah harus meninggalkan Madina, kota yang sangat dicintai Rasulullah, waktu itu pagi hari di raudah sudah tak bisa lagi menahan keharuan. Kembali aku mengangkat tanganku dengan kerongkongan yang tercekat mengucap Allahu Akbar……
Di sujud terakhirku itu kupanjatkan doa, Ya Allah terimalah sujud sujudku, terimalah ruku rukuku, terimalah shalat shalat malamku, terima lah doa doa yang kupanjatkan disini.
jangan biarkan dosa dosaku menjadi penghalang nikmat penuntun bencana, penghalang doa doaku kepadaMu. Jangan Engkau biarkan dosa dan khilafku menjadi penghalang bagi kami untuk mengunjungi rumah Rasul yang amat kami cintai.
Engkau tidak memerlukan keterangan dan penjelasan dari kami, sedangkan kebutuhan kami amatlah banyak. Mudah mudahan Engkau kabulkan permohonan kami ya Gusti Allah. (Ada doa titipan dr keluarga dan doa teman teman tentunya. krn sebagian teman masih single jadi doanya ya doa para jejomblo :-))

Malam itu kuputar lagi rekaman peristiwa dalam hidupku, satu demi satu kupaksa ambil dari memori otakku.Tanpa kusadari, selama di Madina aku merewind semua kejadian yang emotional buatku. Mau ditampar ditampar deh sekalian, semua kejadian yang tidak menyenangkan dalam kehidupanku.

Siang harinya, hari terakhir di Madina, berat rasanya kaki untuk shalat duhur di Masjid Nabawi Karena tahu ini adalah shalat terakhirku di Madina sebelum aku melanjutkan perjalanan ke Mekah.
Berat sekali rasanya berpisah dengan Rasul. Ya Rasul puntennnnn aku harus meninggalkamu karena kami harus melanjutkan perjalanan. Berat rasanya meninggalkanmu.
Mohon pamit ya Rasul. Assalamualaika ya Rasulullah, ya Nabi Allah, ya habib Allah. Salam sejahtera bagimu ya Rasul, salam sejahtera bagi keluargamu dan sahabat sahabatmu ya Rasul.
Ya Rasul, salam dari bapak, salam dari mbak Nina, mas Iwan dan mas Ica, salam dari Dian, salam dari Baron.
Aku pamit ya Rasul.

Gado gado
Di masjid Nabawi, bukannya tanpa godaan juga, sering kali aku terkantuk kantuk berat (!) apalagi pas nunggu antara adzan dan qamat. Tanya anak anak, depan sih baca Al Quran dan buku doa tapi setelah dengan seksama diamati ternyata aku lagi terkantuk kantuk BERAT :-).
Belakangan baru aku kucurkan air zamzam yang dingin di mata baru yang sedikit lumayan menolong.

Mengenai kantuk ini, mau sedikit cerita yang malu maluin. Karena capek yang teramat sangat, 10 jam terbang tambah 6 jam perjalanan darat, trus bolak balik hotel masjid tampaknya membuat kita extremely exhausted. Satu hari, kita ketiduran dan ketinggalan shalat Maghrib. Bangun bangun jam 6.30 aah kita semua bilang, ya sudah tidur lagi bentar, nanti ke mesjid lagi shalat maghrib dan langsung tunggu shalat Isya. Zzzz…….. bangun bangun lagi jam 21.30 kita semua: aaaaaaaaaah we missed it again……Melda yang paling feeling guilty. Sementara kita bertiga dikarenakan kelelahan yang amat sangat bangunnya pun masih males malesan heheheh. Cuci muka pakai baju, langsung ke restoran and acted as we were coming from the mosque heheheh. Maafkan kami ya Gusti. Kami kan hanya manusia biasa :-).
Jadi satu tip dari kita, persiapkan juga fisik yang bagus kalau mau umrah. Bawa vitamin dan juga counterpain buat pegel pegel. It helped a lot.

5 tahun ditinggalkan tidak banyak yang berubah dengan Madinah seingatku. Cuma sekarang lagi ada pekerjaan konstruksi yang lumayan banyak debu. So, temperature yang lumayan panas ditambah debu konstruksi …hmmmm. I was not trying to cover my face with the sun glasses and the face masker or even a handkerchief. Aku cuma doa sederhana sama Tuhan, aku tidak berusaha menahan panas ini dengan apapun ya Allah. Mudah mudahan Engkau tambahkan aura keindahan ke dalam wajahku untuk setiap sinar setiap panas setiap debu yang menerpa wajahku.

Hari pertama di Madina
Hari pertama kita ke Madina, diajak ke Raudah yang terbuka buat kaum perempuan hanya tiga kali sehari, pagi sekitar jam 8 sampai jam 11, habis shalat Duhur sampai sekitar Ashar dan malam habis Isya sampai jam 12an. Kita seneng banget kesana. Mungkin seneng aja yah berdesak desakan dengan jamaah dr negara lain hehehe bejanda. Pastinya untuk berdoa yang diantaranya sudah kusebutkan di blog sebelumnya.

Pas hari pertama kali ke Raudah, kita termasuk beruntun karena begitu disuruh antri, bentaaar banget dah disuruh masuk. Guide nya aja sampai bingung krn saking cepetnya karena biasanya sampai tiga kali kita harus duduk sebelum masuk Raudah.
Sekarang masuk Raudah lebih tertib karena dibagi berdasarkan Negara, more or less. Indonesia Malaysia dan Brunei disatukan dalam satu papan bertuliskan “Bahasa Melayu” (Aneh!!!! Jadi kita adalah bangsa bahasa melayu, I was wondering who told them those words. Stupid!!) itu lah petunjuk kita kalau mau ke Raudah. Peraturan ini sangat menguntungkan buat jamaah Indonesia yang rata rata berukuran tubuh mungil daibandingkan jamaah lain dari Negara Negara timur tengah lainnya. Kita bukan hanya mungil tapi juga paling halus dan sopan. Mana mau kita rebutan tempat sama ibu ibu bertubuh besar itu. Bisa kejengkang kita semua sama mereka.
Ada satu peristiwa juga yang bikin aku tertampar lagi pas pertama kali ke tempat ini. “ibu”ku Bu Zuraida bilang kita beruntung ya bisa secepat itu sampai di Raudah. Beliau kemudian menagis haru dan bilang, Allah tahu kalau kita sudah jauh jauh datang mengunjungi Rasulullah. Ibuku benar, kita sudah datang dari jauuuuuuuuh sekali. Ibu menghargai susahnya perjalanan kita kesitu. Sekali lagi aku ditampar.


Hari pertama di Madina juga ziarah ke makam Baqi. Tapi bingung skrg makam Rasul ditutup, makam Baqi gak boleh naik lagi ke atas, jadi apa lagi yang bisa dilihat. Jadi judulnya ziarah pakai mata batin ke makam Rasul dan Baqi :-). Punten yah …….

Hari pertama sandal jepitku dan Melda hilang. Lucunya sandal yang ditinggalin itu sandal jepit kanan dua duanya. Mungkin orang yang ambil buru buru jadinya dia pakai yang kiri semua. Bingung juga soalnya tasnya diikat sama Bay. Tapi yasudahlah, mungkin kita memang hrs balik lagi ke sini untuk umrah lagi :-). Terpaksa balik ke hotel sedikit loncat loncat kepanasan heheheh


Hari kedua di Madina
Hari kedua di Madina kita jalan ke Masjid Quba, masjid yang pertama kali dibangun Rasul. Insya Allah kalau shalat disini mendapatkan pahala umrah. Dilanjutkan dengan Jabal Uhud. Aku gak begitu cerdas dan ingatanku tidak begitu kuat kalau menyangkut sejarah. Jadi kalau untuk detail tempat tempat yang kita kunjungi bisa diintip disini;

http://peaceandcat.blogsome.com/2006/01/28/ziarah-madinah-bag2-jalan-jalan/

http://dudyeffendi.wordpress.com/2008/06/07/8-ziarah-madinah/

http://hajj.al-islam.com/display.asp?lang=ind&sub=4&fname=ziara/kobaa

Terakhir ziarah ke kebun kurma . Hmmmm…gak mau beli oleh2 banyak banyak, nanti overweight. Lagian juga mau mengurangi kebiasaan repot karena oleh oleh.
Dian bilang, fida rela nyengsarain dirinya sendiri demi bawa oleh oleh yang segambreng. Skrg dah mulai insyaf, selain berat, juga kali ini uangnyah terbatas. aku mau beli parfum soalnyah :-). Untung lagi, bisa bayar pakai rupiah, jadi menghemat uang realku untuk beli barang barang yg gak bisa pakai rupiah.
Seru ajah disanah emak emak pada berebutan beli kurma, beli coklat, kacang. Apa juga dibeli kali. Yah maklum lah namanya juga emak emak, banyak temen pengajiannya kali.

To be continued.... Makah chapter

Tuesday, July 01, 2008

Catatan hati perjalanan umrah 2008




background
Rencana umrah tahun ini dibilang dadakan ya dadakan dibilang sudah diplanning dr jauh jauh hari jg iya. Jadi begini ceritanya, kita cewek cewek berlima, dian, melda, irev, yolla dan aku sudah beberapa kali traveling bareng. Bisa dibilang kami semua harus berterima kasih pada Air Asia yang memungkinkan kami untuk mengukur kecilnya dunia yang kita pijak ini dan mengetahui bahwa masih banyak hal yang menarik di luar sana yang sebelumnya tidak kami ketahui.

abroad traveling ok. why not doing pilgrim trip????
Singkat kata, kita berlima menantang diri kita masing masing kalau jalan jalan ke luar negeri dengan gampangnya tercetus dari mulut kita, kenapa begitu sulitnya untuk mencetuskan, yuk kita umrah bareng. Walaupun pada saat itu kita berlima mengiyakan mau, tapi menjelang hari H kita sadar betapa besarnya godaan setan untuk ibadah. Bulan Februari 2008, Cuma Melda dan Fida yang memantapkan hati untuk umrah. Yang lain dengan berbagai macam alasan. Melda dan aku sepakat untuk berangkat bulan April 2008. Kalau tidak salah bulan Maret Melda mengabarkan kl dia tdk bs umrah krn ada urusan di kantornya. Masya Allah, banyak banget godaannya, di pihak Fida juga sebenarnya ada godaan untuk tdk pergi umrah.


me saying in '03: enough with pilgrim, now headed to Europe. Deeeuh..
Aku ingat waktu tahun 2003 ke tempat ini, temenku Nordin yg skrg tinggal di Jeddah tanya, Fida kapan lg umrah. Aku selalu bilang, nanti nantilah kalau sering sering bosen, sudah ke Arab, skrg arahnya ke Eropa dong. Kalau ingat itu, sedihhhhh banget. Kok bisa bisanya aku ngomong bgt. Syukur aku Allah tidak menghukumku dengan tidak mengizinkan aku lagi mengunjungi tempat suci ini.

Convincing our hearts: Pilgrom tour in July!!!
Setelah gagal rencana umrah bukan April, rasanya kecil kemungkinan kita umrah tahun ini. Satu hari Melda telp Fida, dia bilang, Fid, gue mau umrah, gak bisa ditahan lagi karena gue sampai kebawa bawa mimpi umrah. Akhirnya kita berdua memantapkan diri, baiklah kita pergi umrah bulan Juni, tidak mau Juli karena sudah libur anak anak sekolah.

Checking out friends if they wanted to join us
Kita tanya lagi Dian, Yolla, dan Irev, apakah mereka mau join dengan kita. Yang menanggapi dengan positif Cuma Irev, itu pun hrs dibujuk dulu. Yolla mau nabung buat ke Eropa. Dian belum siap katanya dan juga ada acara di kantornya.
Jadi di antara berlima, yang jalan cuma kami bertiga. Ditambah keponakanku, bay, yg join last minutes. Oh ya Baron, temen kost, juga berangkat sm 3 orang temennya dgn travel yang sama. Ini rombongan lucu. Dari mulai cordova, patuna, eh larinya ke NRA NRA juga hehehehe. Dr awal aku udah bilang sm NRA aja bareng sm aku, Baron gak mau. Keukeuh mau sm Patuna. Wis ben…..

Choosing the travel
Waktu bulan Februari itu kita sudah sempet browsing operator umrah yang sesuai dengan kantong kita. Kalau akhirnya kita pilih NRA tours and travel di Buncit itu karena pertimbangan lokasi dekat dengan kantorku jadi kl ada kekurangan dokumen bisa gampang dikumpulkan. Juga karena pertimbangan biaya yang sesuai dengan budget. Biaya umrah di NRA untuk yang satu kamar berempat periode bulan Juni 18 sampai 26 Juni USD 1470 plus biaya fiscal dan perlengkapan umrah Rp. 1.450.000.

New regulations on pilgrim!!!
Tapi sejak bulan April, ada peraturan baru yaitu paspor tiga nama dan suntik meningitis. Awalnya gue cukup kesel denger peraturan itu. HELEMAAL ONZIN!!!!!! Itu Cuma menambah pundi pundi instansi pemerintahan saja. Apa coba dasarnya paspor harus tiga nama. !!!! gak masuk akal buat otak gue yang udah limited space ini. Suntik meningitis? Orang tinggal disana juga cuma satu minggu, buat apa lagi suntik itu. Coba kalau ada yang bisa menjelaskan dasar pengenaan alasan alasan ini, bisa kasih tau aku ya. Tapi ya sudahlah sabar sabar. Biaya NRA untuk jasa penambahan 3 nama Rp. 250.000 plus suntik meningitis Rp. 160.000.

Still working on the D day
Menjelang keberangkatan juga bukan tanpa stress. Volume pekerjaan di kantor masih tinggi. Aku masih punya event kantor yang padat bgt sepanjang 2 minggu terakhir dan ada majalah intern kantor yang musti diselesaikan. Hampir tiap malam pulang jam 3 pagi, jam 1 pagi untuk nguber majalah selesai pada waktunya. Bahkan hari H aku berangkat, paginya aku msh ada di percetakan untuk final review. Sampai saat ini aku tulis blog ini, aku belum sempet lihat majalahnya. Tapi kata salah seorang kolega, hasilnya bagus. Alhamdulillah puji syukur ini berkat ridha dari Allah SWT.

Cowboy pilgrim - lack of preparation this time
Bisa dibilang umrah tahun ini ngoboy abis. Gak sempet beli anu gak sempet beli itu. Bawaan seadanya aja. Bahkan kalau mau dibandingkan dengan perjalanan yang lain yang untuk seneng seneng, ini perjalanan yang paling gak siap paling grabak grubuk. Persiapan batin dan mental juga seadanya. Koboy abeees.

Baron, my room mate, could not make it
Pas hari H juga aku dapat kabar dr, Baron, kalau dia gak jadi ikut umrah. Tadinya tuh udah kebayang pasti seru banget umrah kali ini. Rombonganku berempat, rombongan Baron juga berempat. Kebayang gak sih, umrah sm temen temen yang asyik asyik. Pastinya seru. Eh manusia memang benar hanya bisa berencana , Tuhanlah yang berkuasa. Deuh Gusti, maha besar kuasaMu. Baron dan tiga temen lainnya gak jadi umrah. Padahal tuh ya Baron itu dah ikut manasik, udah punya buku meningitis 2 heheh, satu bukunya doang tanpa suntik dan satunya lagi beneran suntik ke Halim sama aku. Sampai kita sempet disangka suami istri lagi hahahahahah. Langsung aku sanggah susternya, bukan sus kami hanya temen kost kok. Trus the next question adlh mbak gak hamil kan? Hahahaha hahaah. Deeeeuuuuuhhhhh sus sus. Memang tampang kami tampang penjahat seksual apa hehehehe. Sebenarny mau ngakak abis pas ditanya gitu, tapi begitu liat muka Baron yang cool, langsung mengurungkan niat untuk ketawa ngikik heheheheh. Aura nya Baron itu yang gak kuat.

My mahram (could not enter Saudi Arabia without a man of family. Its a must)
Krn gak sempet ikut manasik, bgt sampai di bandara, aku lgs sibuk cari mahramku. Pas ketemu Alhamdulillah, dapat mahram yang meneduhkan. Bukan hanya itu nanti selama di Saudi sana pun “Bapak dan Ibuku” Alhamdulillah baiiiiiiiik banget. Bisa dibilang di antara temen temen yg lain, mahramku yang paling asyik dan ngemong. Temen temen malah sibuk ngomporin, fid, anak2nya cakep cakep tuh hahahahah. Addduuuuuh gak kepikiran lah buat kesituh. Udah untung dapat mahram yang baik. Masalah jodoh gampang, kan tinggal berdoa di sana. Iya gak . mahramnya namanya Bapak Sudirman Diza dan istrinya Ibu Zuraida. Kedua duanya bangsanya Irev. Cie duo tigo……heheheheh

NRA, Mega Citra, and Patuna pilgrim operators
Ternyata hari itu kita berangkat bareng Patuna dan Mega Citra, travel umrahku yg kedua. Aku gak mau pakai Mega Citra lagi, karena proses di bandara Saudi pas kepulangan lammaaa banget sm mereka.
Sama Patuna? Hmmmm….. conflict of interest sm salah seorang staff Patuna hihihi

Oops, where's my mahram, got to find him for the immigration check point
Pas mau turun pesawat, sekitar jam 20.00, mau ke airportnya, sempet panik, mana “bapak” ku mana “ibuku”? Bodoh pikirku kenapa pas selama di pesawat, aku gak berusaha cari beliau berdua jd gampang kl turunnya.
Ternyata bapak dan ibu sudah di darat dan antri mau masuk imigrasi, cepat cepat aku memotong jamaah yg lain spy bisa berdekatan dengan mahramku. Punten punten heheheheh.

my immigration official is cuuuuteeeee
Tengok sana tengok sini, kok petugas imigrasi di antrianku cuaaakkeeeeeeeb banget. Sumprit! Aku sm Bay Cuma bisa mesem mesem aja dr jauh.
Pas giliran aku, dia tanya macam macam, minat gak kerja di Saudi sini?
Gak, jawabku.
Kenapa, dia Tanya.
Ooops nanti dia tersinggung lagi, not at the moment I mean.
Trus dia tanya lagi, kamu mau ke amerika?
Gak, jawabku.
Loh ini visa apa?
Ooooh schengen buat ke Belanda, kubilang.
Huh?????, dia bingung.
Holland Holland tambahku cepet cepet . ooooooo, dia bilang. Deeeeuh mas mas untung aja ganteng, kalau gak udah keluar rutukan jelek aku heheheheh.

Sayang juga gak diperbolehkan ambil gambar di Bandara King Abdul Aziz, kalau gak sudah kufoto kali mas mas ganteng ituh.

long trip: Jeddah - Madina 6 hours (dont forget to mention flight trip 10 hours)
Perjalanan dr Jeddah ke Madinah makan waktu 6 jam kali. Rasanya lammmaaaaa banget, mungkin krn kita di pesawat juga dah 10 jam kali yah. Ditambah berapa jam pun rasanya lama banget. Mana udah malem lagi, jadilah menambah lelah mental kita. Di check point Jeddah, aku sempet kenalan sm mas Deden dari Bandung. Bilang aku chauvinist tapi kalau kita bertemu dengan org satu kampung rasanya nyamannnn sekali.

At Madina- praying time
Sampai di Madinah kalau gak salah jam setengah tiga, deeeeuuuuh badan remugggg rasanya, Bay yg baru datang dr Thailand, aku yang jam 9 pagi masih kerja.
Tapi berhubung niat kuat untuk ibadah sudah tertancap di hati, jadilah kita semua menyeret badan dan kaki ke masjid Nabawi. Cuci muka, ambil wudhu, jalan deh.

Ada satu masalah Irev lagi dapat haid. Semestinya dia tinggal di hotel tapi berhubung dia ditakut takutin sm ibu ibu yg duduk di sebelahnya pas di pesawat. Katanya jangan tinggal sendirian di hotel. Ibu itu cerita kalau temen suaminya ada yang hilang disini kemungkinan dr perjalanan dr masjid menuju hotel. Deeeeuh, ibu ibu mbok cerita tuh yang menenangkan hati.
Irev jd parno sendirian di hotel. Jadi nya ajah dia ikut ke hotel, trus duduk di selasar masjid.

Nabawi mosque: lower my head, tears in my eyes
Hati sedikit tergetar kembali melihat masjid Nabawi. Kepala kutundukkan karena tak kuasa menahan haru. Assalamualaika ya Rasulullah ya nabi Allah ya habib Allah. Aku datang lagi mengunjungimu ya Rasul. Aku rindu sekali padamu. Perasaannya mungkin seperti perasaan seorang gadis yang dipisahkan dari kekasihnya. Doa masuk masjid Nabawi diucapkan. Mengambil gelas untuk diisi dengan air zamzam ya Allah semoga Engkau berikan mata yang sehat dan ingatan yang dikuatkan.

Here I am again visiting you, ya Mohammad, my prophet
Langsung mencari posisi shalat yang nyaman. Kedua tangan diangkat untuk memulai shalat tahiyyatul masijd. Rasanya tak mampu menahan kedua tangan karena rasa haru yang teramat sangat, air mata mulai menggenang, kepala tertunduk lagi, Ya Gusti nuhun nuhun sudah Kau izinkan aku untuk mengunjungi masjid Rasulullah.


Last year was a rock to all of us, I admit your blessings for my family.
Setiap ada kesempatan ke Raudah, kulepaskan semua uneg uneg. Tergambar lagi semua fragmen kehidupanku terutama satu tahun terakhir. Satu tahun terakhir adalah masa masa yang paling berat buat kami sekeluarga. Runtuh semua pertahananku yang kubangun selama ini. Seluruh anggota badan bergetar setiap kulakukan ruku dan sujudku. Ya Gusti Allah aku mengakui semua rahmatMu, karuniaMu, anugerahMu. Alhamdulillahirabbilalamin. Nuhun nuhun ya Gusti. Hatur nuhun sudah menemani kami semua sekeluarga. Nuhun telah Kau keluarkan kami dari masalah dengan keluarga Cidahu.

Please love my dad, God, please, please....as much as he loves his kids. even more..
Sayangilah Bapak seperti Bapak menyayangi Mbak Nina, Mas Iwan, Mas Ica dan Enong dari kecil hingga sekarang. Sayangi beliau ya Allah, sayangi beliau. Jangan Engkau lepaskan rahmatMu dari beliau. Jangan jangan Engkau lepaskan. Jadikan kesabaran beliau yang kami semua anak anaknya tidak punya, penghapus dosa dosanya. Berikanlah beliau husnul khotimah ya Allah.

Lupa cerita, pulang dari shalat subuh pertama kali, cari Irev di selasar masjid, udah gak ada. Kita semua panik. Kirain dia beneran diambil orang Arab. Atau mungkin Irev yang mengikuti orang Arab atau Afrika. Irev kan seleranya cowok botak. Addddeuuuuh .
Ternyata eh ternyata ms. irev dah duduk manis di restoran lagi sarapan pagi. Deeeuuuhhh….

To be continued…….

Labels: